tirto.id - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta daerah yang nilai inflasinya tinggi agar bekerja lebih keras. Hal ini ia nyatakan saat rapat pengendalian inflasi daerah tahun 2025 di Gedung Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (6/10/2025).
Tomsi menyatakan, inflasi sejumlah daerah masih tergolong tinggi per Oktober 2025. Di tingkatan provinsi, sejumlah daerah yang inflasinya di atas lima, yakni Sumatera Utara 5,32; Riau 5,08; dan Aceh 5,45.
"Inflasi 5,32 dalam suatu provinsi itu sudah terasa perubahan harganya oleh masyarakat. Kami mohon menjadi perhatian bagi para gubernur, khususnya 10 provinsi tertinggi [nilai inflasinya]," tuturnya saat rapat.
Ia menyinggung adanya provinsi dengan akses mudah, tetapi memiliki nilai inflasi tinggi. Papua Pegunungan yang dinilai tidak memiliki akses semudah kawasan lain justru memiliki nilai inflasi 3,55.
Kata Tomsi, sejumlah kabupaten/kota bahkan memiliki nilai inflasi di atas enam. Salah satunya, yakni Deli Serdang di angka 6,81. Masyarakat disebut bakal merasakan dampak peningkatan harga komoditas saat inflasi menyentuh angka enam.
Menurutnya, daerah-daerah yang memiliki akses mudah seharusnya berusaha lebih keras menekan inflasi. "Oleh sebab itu bapak/ibu sekalian, cek kembali daerah ini. Cek kembali, perhatikan, berusaha sekeras-kerasnya," tuturnya.
"Sekali lagi, dari daftar-daftar itu, masih terlihat ada kebupaten/kota yang berharap anugerah tuhan yang maha esa saja, usahanya tidak maksimal," sambung dia.
Tak hanya itu, Tomsi pun meminta kepala daerah agar mengevaluasi dinas-dinas terkait agar nilai inflasi di wilayah masing-masing dapat dietakan.
"Sebagai kepala daerah, umpamanya dinas-dinasnya tidak bergerak, mungin selayaknya dievaluasi," sebutnya.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id






































