tirto.id - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Maluku dan Nusa Tenggara di Bidakara Assembly Hall, Jakarta, Kamis (17/9/2026). Ajang ini menjadi bagian dari langkah Kemendagri mendorong pemerintah daerah (pemda) memacu kinerja lewat kompetisi yang sehat dan terukur.
Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan, penghargaan tersebut digelar dengan mengelompokkan pemda ke dalam enam wilayah, yakni Sumatera, Jawa-Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku-Nusa Tenggara, dan Papua. Pembagian ini dimaksudkan untuk menghadirkan kompetisi yang lebih seimbang dengan memperhitungkan karakteristik dan kapasitas tiap daerah.
“Paling berat di Sumatera karena ada 10 gubernur di sana. Kemudian ada kota juga banyak di sana. Pertandingannya paling keras Sumatera. Dan kemudian kabupaten juga banyak sekali di sana,” ujar Tito.
Di Batch II, penilaian meliputi empat kategori, yaitu pemenuhan standar pelayanan minimal di bidang pendidikan, kesehatan, dan perumahan, serta pengelolaan sampah dan lingkungan lewat program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
Tito menuturkan, proses penilaian melibatkan kementerian/lembaga terkait sesuai bidang masing-masing guna memastikan pemberian apresiasi berlangsung objektif berdasarkan capaian kinerja pemda.
“Mohon maaf ya kalau yang belum dapat, ini penilaian kita laksanakan seobjektif mungkin oleh tim yang ada,” katanya.
Mendagri berharap penghargaan ini dapat memacu seluruh Pemda untuk terus membenahi dan meningkatkan kinerjanya. Ia juga mengajak daerah yang belum meraih penghargaan agar menjadikan capaian daerah lain sebagai pemicu untuk tampil lebih baik pada periode mendatang.
“Bagi rekan-rekan yang belum beruntung, ya semoga bisa terpancing lah dengan adanya award ini, karena award ini enggak hanya ngasih piala, tapi juga memberikan insentif fiskal,” pungkasnya.
Pada kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan, penghargaan tingkat provinsi jatuh kepada Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Provinsi Maluku Utara. Di tingkat kabupaten, penghargaan diraih Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Sumbawa Barat, dan Kabupaten Halmahera Tengah, sementara di tingkat kota diraih Kota Bima, Kota Mataram, dan Kota Kupang.
Untuk kategori Akses Penduduk terhadap Layanan Pendidikan tingkat provinsi, diraih Provinsi Maluku dan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pada tingkat kabupaten, penghargaan diberikan kepada Kabupaten Ende, Kabupaten Nagekeo, dan Kabupaten Sumbawa Barat. Adapun pada tingkat kota, penghargaan diraih Kota Bima, Kota Tidore Kepulauan, dan Kota Mataram.
Kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah di tingkat provinsi diraih Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Provinsi Maluku Utara. Di tingkat kabupaten, penghargaan diberikan kepada Kabupaten Halmahera Tengah, Kabupaten Manggarai Timur, dan Kabupaten Lombok Utara, sementara di tingkat kota diraih Kota Mataram, Kota Kupang, dan Kota Ternate.
Selanjutnya, kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan ASRI tingkat provinsi diraih Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pada tingkat kabupaten, penghargaan diberikan kepada Kabupaten Ngada, Kabupaten Ende, dan Kabupaten Lombok Timur. Sementara pada tingkat kota, penghargaan diraih Kota Mataram, Kota Tidore Kepulauan, dan Kota Ambon.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, dan Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat.
Selain itu, hadir pula Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Lodewijk Freidrich Paulus, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Wamendagri Bima Arya Sugiarto, para kepala daerah se-Maluku dan Nusa Tenggara, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id


































