Menuju konten utama

Kemenag Ungkap Manifes Jemaah Haji Kini Dikunci Lebih Awal

Penguncian sistem manifes di E-Hajj 14 jam sebelum pendaratan menyebabkan sulitnya fleksibilitas pergantian jemaah haji di menit-menit terakhir.

Kemenag Ungkap Manifes Jemaah Haji Kini Dikunci Lebih Awal
Jamaah calon haji asal Papua Barat berdoa saat prosesi pemberangkatan di Asrama Haji Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/5/2025). ANTARA FOTO/Arnas Padda/rwa.

tirto.id - Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Hilman Latief, mengungkap sejumlah permasalahan yang dihadapi dalam proses pelayanan embarkasi jemaah haji 2025.

Salah satunya adalah terkait dengan dampak dari penguncian sistem manifes penerbangan haji oleh Arab Saudi di E-Hajj yang lebih cepat 4 jam dibandingkan musim haji sebelumnya.

“Kalau tahun-tahun sebelumnya manifes penerbangan itu dikunci 10 jam sebelum pendaratan ya atau ketika jemaah sudah masuk ke pesawat barulah manifes dikunci,” kata Hilman dalam RDP dengan Komisi VIII DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Senin (19/5/2025).

Dia menilai penguncian sistem manifes 14 jam sebelum melakukan pendaratan menyebabkan sulitnya fleksibilitas pergantian jemaah di menit-menit terakhir. Hilman mengatakan kasus jemaah yang batal berangkat karena sakit dan alasan lainnya kini tidak bisa lagi langsung digantikan dengan peserta pengganti.

“Makanya itu kami kemudian ketika mendapatkan fakta adanya data, selisih, kok yang ada orang baru, yang ini kan enggak ada, ternyata ada menggantikan orang sakit dan lain tuh biasanya di kita masih ditolerir pak di embarkasi, tetapi dalam sistem e-hajj tidak bisa ditolerir,” terangnya.

Oleh karena itu sejak seminggu lalu, Hilman mengatakan pihaknya mulai mengunci 3 jam lebih cepat dari Arab Saudi. Sehingga, kata dia, 17 jam sebelum pendaratan di Arab Saudi, data manifes haji telah dilakukan pembaruan terkait dengan informasi pergantian dan lainnya.

“Nah kalau pun ada orang batal berangkat 1 atau 2 orang itu kemudian menjadi notifikasi kami, tetapi kami meyakinkan tidak orang baru di situ. Ini sedang kami hitung dan mudah-mudahan masih masuk untuk bisa diberangkatkan sisa-sisa itu di kloter terakhir,” ujarnya.

Selama pelaksanaan ibadah haji, Hilman mengaku selalu berkomunikasi intensif dengan Arab Saudi. Dia menyebut rutin menyelenggarakan rapat virtual yang digelar setiap malam untuk memastikan kelancaran ibadah haji.

“Alhamdulillah rapat dengan kerajaan Saudi kalau di Indonesia mulai jam 11 malam. Kalau di sana bakda Isya,” terangnya.

Baca juga artikel terkait HAJI 2025 atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Bayu Septianto