tirto.id - Sebuah video beredar di media sosial TikTok mengklaim Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa mengimbau masyarakat untuk mendaftar bantuan dana hibah dari pemerintah daerah.
Video tersebut disebarkan oleh akun TikTok bernama @wa.08538551586619 (arsip) pada Selasa (23/06/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar Purbaya tengah diwawancarai dan berbicara terkait imbauan kepada masyarakat agar mendaftar bantuan dana hibah dari pemerintah daerah.
“Di hari Selasa yang penuh berkah ini, saya mengimbau kepada masyarakat Indonesia agar mendaftar bantuan dana hibah dari pemerintah daerah. Daftar sekarang insya Allah cair hari ini juga!” Begitu narasi yang diucapkan Purbaya dalam cuplikan video.
Pengunggah juga menuliskan keterangan pada unggahan, “wawancara langsung dengan bapak Purbaya Yudi Sadewa selaku menteri keuangan Indonesia membahas program bantuan dana hibah yang telah resmi terbuka.”
Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (26/06/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 11 tanda suka, 6 komentar, dan 8 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi reaksi kepercayaan masyarakat terhadap informasi tersebut dan harapan bisa mendapatkan bantuan tersebut.
“AasalamualaikuM. Pak saya mau dari dulu belum pernah dapat bantuan. Saya seorang single peren.” Begitu tulis salah satu komentar.
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun TikTok @wa.0853855150661 yang menampilkan video identik, namun pernyataan tersebut disampaikan di hari yang berbeda yaitu pada hari Jumat.
Lantas, benarkah Purbaya mengimbau masyarakat agar mendaftar bantuan dana hibah dari pemerintah daerah?

Penelusuran Fakta
Untuk memverifikasi kebenaran klaim tersebut, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah video. Akun tersebut menggunakan foto profil gambar Purbaya dengan latar belakang bertuliskan “Program Dana Hibah” dan memiliki 10 pengikut. Ditemukan juga beberapa unggahan video terkait Purbaya yang mengajak masyarakat untuk mendaftar bantuan dana hibah, seperti pada video ini yang mengklaim bantuan tersebut cair pada hari yang sama ketika mendaftarkan diri.
Pengunggah juga mencantumkan keterangan pada bio akun sebagai berikut: “Assalamualaikum wr. wb. Bagi yang ingin mendaftar bantuan PROGRAM DANA HIBAH 2026 silahkan daftar melalui nomor WA: 0853-8551-5066.”
Dari situ diketahui bahwa akun tersebut bukanlah akun resmi dan tidak ada kaitannya dengan Purbaya. Akun resmi TikTok Purbaya memiliki 465,2 ribu pengikut dengan centang biru dan akun Instagram Purbaya bernama @menkeuri.
Kemudian, Tirto menonton secara menyeluruh dan menemukan sejumlah kejanggalan, terutama pada intonasi suara pada video yang terdengar kaku dan tidak natural. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).
Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam video. Hasil analisis menunjukkan bahwa video tersebut memiliki probabilitas 98,9 persen sebagai hasil manipulasi AI.
Lebih lanjut, Tirto melakukan pencarian gambar terbaik (reverse image) untuk memeriksa keaslian video. Hasilnya mengarah pada laman detikbali yang menampilkan gambar yang identik pada video yaitu gambar Purbaya dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah penilaian bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hancur akibat perang di Timur Tengah. Di hadapan Presiden Prabowo Subianto, ia menegaskan pelemahan rupiah saat konflik global justru relatif kecil.
Purbaya memaparkan data historis yang menunjukkan setiap kali terjadi perang, nilai tukar rupiah rata-rata hanya terdepresiasi sekitar 0,3%. Menurutnya, angka tersebut mencerminkan ketahanan rupiah terhadap guncangan global.
“Kalau kita lihat dinamika global memang gonjang-ganjing mengganggu semuanya. Ada yang bilang rupiah hancur. Tapi kalau kita lihat betul, itu setiap perang, rupiah hanya terdepresi sebesar 0,3. Jadi sebetulnya bagus daya tahanan kita. Yang real, yang pemain yang punya duit betul, bilangnya seperti ini. Tapi yang yang nggak punya duit kali Pak yang jelek-jelekin,” begitu keterangan Purbaya, dilansir dari detikFinance, Sabtu (14/3/2026).
Dalam pertemuan tersebut Purbaya tidak pernah menyampaikan terkait imbauan kepada masyarakat agar mendaftar program bantuan dana hibah dari pemerintah daerah.
Melansir laman Badan Keuangan Daerah Purbalingga, berdasarkan peraturan pemerintah, dana hibah dari pemerintah daerah tidak diperuntukkan bagi perorangan, melainkan khusus untuk kelompok, lembaga, organisasi masyarakat, atau badan hukum. Untuk perorangan, pemerintah daerah menyalurkan bantuan dalam bentuk Bantuan Sosial (Bansos).
Sesuai ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 32 tahun 2011, tentang pedoman pemberian hibah dan bantuan sosial yang bersumber dari APBD, dana hibah dan bantuan sosial harus diberikan kepada kelompok orang yang memiliki kepengurusan jelas dan berkedudukan di wilayah kabupaten tersebut.
Kementerian Keuangan RI melalui laman Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Kemenkeu, membantah klaim yang beredar, yang mencatut nama Purbaya mengimbau masyarakat agar mendaftar bantuan dana hibah dengan mendaftar melalui nomor tidak resmi.
“[Hoaks] Bantuan hibah pemda. Video yang beredar mengenai Menteri Keuangan Purbaya yang menghimbau masyarakat untuk mendaftar bantuan dana hibah dari pemerintah daerah, merupakan video hoaks deep fake. Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran video dan berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Keuangan Purbaya.” Begitu dikutip laman PPID Kemenkeu.
Senada dengan hal tersebut, dalam akun Instagram resmi @kemenkeu.prime, dituliskan juga bahwa video yang beredar, yang menyebut Purbaya mengimbau masyarakat agar mendaftar bantuan dana hibah dari pemda adalah tidak benar.
Purbaya tidak pernah menawarkan bantuan melalui nomor ataupun video tidak resmi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memang sering dijadikan sasaran hoaks karena posisinya sebagai pengelola keuangan negara serta gaya komunikasinya yang ceplas-ceplos. Pelaku memanfaatkan popularitas ini untuk penipuan, manipulasi politik, hingga pencurian data pribadi masyarakat.
Kemenkeu mengimbau masyarakat untuk bijak bermedia sosial dan selalu waspada terhadap konten yang berasal dari sumber tidak kredibel. Masyarakat juga diharapkan untuk selalu memeriksa fakta pada situs resmi dan tidak menyebarkan konten tanpa sumber, serta bukti yang terpercaya.
Jika masyarakat menemukan informasi seputar keuangan negara atau Kementerian Keuangan yang terindikasi hoaks atau penipuan, masyarakat dapat melaporkannya melalui Pusat Kontak Layanan Kemenkeu PRIME melalui telepon 134, email kemenkeu.prime@kemenkeu.go.id, atau menu "Hubungi Kami" pada situs web www.kemenkeu.go.id.
Kesimpulan
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan video yang mengklaim Purbaya mengimbau agar masyarakat mendaftar bantuan dana hibah dari pemerintah daerah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Hasil analisis menunjukkan bahwa video yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).
Purbaya tidak pernah mengatakan atau mengumumkan perihal adanya bantuan melalui nomor ataupun video tidak resmi.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Editor: Tim Riset Tirto
Masuk tirto.id


































