Menuju konten utama

KDF Kembali Kalahkan 13 Anggota Ash-Shabaab

KDF Kembali Kalahkan 13 Anggota Ash-Shabaab

tirto.id - P

Pasukan Pertahanan Kenya (KDF) menyatakan prajuritnya yang tergabung dalam Misi Pemelihara Perdamaian Uni Afrika di Somalia (AMISOM) berhasil menjatuhkan 13 anggota Ash-Shabaab dalam pertempuran sengit di Somalia Selatan pada Minggu pagi.

Juru Bicara KDF Kol. David Obonyo mengatakan prajurit Kenya bertempur dengan gerilyawan di Sarira di Lecta Belt, sekitar 30 kilometer di sebelah utara daerah Ras Kamboni di Somalia Selatan. Tidak ada korban jiwa di pihak KDF dalam serangan terkini itu.

"Tentara KDF memburu mereka setelah ada keterangan mengenai gerilyawan yang merencanakan serangan. Setelah peristiwa tersebut, seorang komandan tingkat menengah telah ditahan, 13 gerilyawan tewas, delapan senapan AK47, dua senapan bermesin PKM, dua granat berpeluncur roket dan bermacam amunisi telah disita," kata Obonyo di dalam pernyataan yang disiarkan di Nairobi.

"Serangan tersebut terbilang berhasil sebab KDF tidak kehilangan korban. Prajurit KDF masih berjaga-jaga dan akan terus membidik gerilyawan Ash-Shabaab yang mengancam keamanan dan perdamaian di wilayah tersebut," Lanjut Obonyo.

Serangan itu menambah jumlah gerilyawan yang tewas menjadi 34 orang dalam 24 jam terakhir pada beberapa bentrokan terpisah di negara tersebut.

Untuk diketahui, pada 16 Maret, prajurit Kenya juga berhasil menjatuhkan 19 anggota Ash-Shabaab yang berencana menyerang kamp militer di Afmadhow di Somalia Selatan.

Obonyo mengatakan tentaranya menyita 10 senapan dan tiga granat berpeluncur roket serta menghancurkan satu kendaraan teknis selama serangan tersebut.

Para gerilyawan, yang bersekutu dengan Al-Qaeda tersebut, belum lama ini telah meningkatkan serangan mereka di lokasi-lokasi pemerintah, pasukan pemelihara perdamaian, hotel dan sasaran sipil lainnya setelah adanya serangan dari personel AMISOM.

Misi pemelihara perdamaian itu telah berjanji akan membebaskan beberapa wilayah yang dikuasai Ash-Shabaab. (ANT)

Baca juga artikel terkait AL-QAEDA atau tulisan lainnya

Reporter: Yantina Debora