Menuju konten utama

Karhutla Raja Ampat Hanguskan 7,2 Hektare Lahan, Ini Pemicunya

Pulau Dayan Raja Ampat dilanda karhutla hingga hanguskan 7,2 hektare lahan. BNPB ungkap pemicunya diduga akibat warga buka kebun.

Karhutla Raja Ampat Hanguskan 7,2 Hektare Lahan, Ini Pemicunya
Kebakaran di Pulau Dayan, Distrik Batanta Utara, Kabupaten Raja Ampat, Rabu (2/9/2026). Foto/BPBD Kabupaten Raja Ampat
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda wilayah kepulauan di Pulau Dayan, Distrik Batanta Utara, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, dengan estimasi luasan mencapai 7,25 hektare. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan bahwa kebakaran tersebut diduga kuat dipicu oleh aktivitas pembukaan kebun oleh warga setempat.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut dilaporkan mulai terjadi pada Rabu (2/9) sekitar pukul 03.30 WIT.

"Kebakaran diduga dipicu aktivitas warga yang membakar lahan untuk membuka kebun, kemudian api meluas ke kawasan gunung akibat kondisi cuaca kering dan angin kencang," kata Berton dalam siaran persnya, Jumat (4/9/2026).

Berton memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut. Kendati demikian, kondisi geografis Raja Ampat yang merupakan wilayah kepulauan menjadi kendala tersendiri dalam memobilisasi personel dan peralatan penanganan.

Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Raja Ampat, Brimob, Batalyon, Polres, dan Basarnas telah bertolak dari Waisai menuju lokasi dengan membawa peralatan seperti kendaraan angkut, mesin pompa air (alkon), dan selang air untuk mengendalikan api yang hingga Kamis (3/9) masih dalam penanganan.

Kebakaran Sampah TPA Putri Cempo Solo Paksa Warga Mengungsi

Kebakaran TPA Putri Cempo Solo

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) berusaha memadamkan api yang membakar tumpukan sampah di TPA Putri Cempo, Solo, Jawa Tengah, Rabu (2/9/2026). Petugas pemadam kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo masih berusaha memadamkan api di TPA yang memiliki luas 17 hektare tersebut dan belum diketahui penyebabnya. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/nym.

Selain di Raja Ampat, BNPB juga mencatat sejumlah kejadian bencana lain di tanah air pada periode yang sama.

Di Kota Surakarta, Jawa Tengah, kebakaran tumpukan sampah melanda TPA Putri Cempo seluas 3 hektare sejak Rabu (2/9) petang sehingga menyebabkan 75 warga mengungsi sementara ke Kantor Kelurahan Mojosongo akibat kepulan asap tebal. Penanganan di lokasi didukung oleh armada damkar Solo bersama BPBD Boyolali dan BPBD Karanganyar.

Sementara itu, kebakaran lahan di dua wilayah lainnya telah berhasil ditangani sepenuhnya. Peristiwa kebakaran lahan seluas 10 hektare di Desa Ciharashas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, serta karhutla seluas 5 hektare di Loa Kulu Kota, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, berhasil dipadamkan oleh tim gabungan tanpa adanya korban jiwa.

Dampak Kemarau: Ratusan Keluarga di Lampung Krisis Air Bersih

Di Provinsi Lampung, dampak musim kemarau memicu kekeringan sumur yang mengakibatkan krisis air bersih bagi 175 kepala keluarga atau 595 jiwa di wilayah Way Laga dan Teluk Betung Timur, Kota Bandar Lampung.

BPBD setempat telah menyalurkan bantuan distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.

Menyikapi potensi bencana pada musim kemarau, Berton mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kebakaran.

"BNPB mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di tengah kondisi cuaca kering yang dapat mempercepat penyebaran api. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kejadian kebakaran kepada petugas setempat agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin," pungkas Berton.

Baca juga artikel terkait KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Siti Fatimah