tirto.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mengatakan Indonesia merupakan negara yang rawan terjadi permasalahan transnational crime atau kejahatan yang melintasi batas-batas negara dan melibatkan jaringan kriminal yang beroperasi di lebih dari satu negara.
Hal tersebut, disampaikan oleh Listyo, dalam sambutannya, usai menandatangani nota kesepahaman antara Polri dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
"Kita memiliki kerawanan yang tentunya ini terkait masalah transnational crime," kata Listyo di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Senin (4/8/2025).
Listyo mengatakan, kerawanan tersebut terjadi karena letak Indonesia yang memiliki 10 batas wilayah laut dan tiga batas wilayah darat dengan negara lain.
Menurut Listyo, banyaknya batas negara tersebut, dapat memunculkan permasalahan-permasalah terkait dengan illegal fishing, penyelundupan senjata, narkoba, dan barang terlarang lainnya.
"Tentunya di satu sisi ini juga akan berdampak kepada perekonomian negara, di satu sisi proteksi terhadap kondisi industri di dalam negeri yang tertekan karena harus masuk dari luar yang mau tidak mau harus kita jaga, di sisi lain juga terjadi penyelundupan yang tentunya ini mengakibatkan kerugian bagi pemasukan negara," tuturnya.
Oleh karena itu, Listyo mengatakan, dengan adanya nota kesepahaman dengan Kementerian Imigrasi, dapat meningkatan keamanan terutama terkait dengan rawannya kejahatan transnasional di Indonesia.
"Ini tentunya menjadi salah satu PR ke depan yang harus kita hadapi, belum juga menghadapi kejahatan yang terjadi di jalur-jalur resmi, baik yang ada di pelabuhan internasional, kita memiliki 96 pelabuhan," tuturnya.
Listyo menyebut, selain melalui jalur 'tikus', kejahatan transnasional bisa terjadi di jalur resmi seperti pelabuhan dan bandara.
"Tentunya dengan nota kesepahaman yang ada ini, sinergitas, dan juga hal-hal yang perlu kita lakukan bersama di lapangan, utamanya untuk masalah kecepatan, kemudian bagaimana memanfaatkan fasilitas, dan bagaimana kemudian kita saling mengisi dan meningkatkan SDM yang kita miliki, ini akan semakin baik, semakin mudah, dan tentunya nota kesepahaman ini akan membuat bagaimana kita melaksanakan tugas di bidang masing-masing tentunya juga akan menjadi lebih optimal," pungkasnya.
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id

































