Menuju konten utama

KAI Minta Maaf Gangguan Akibat Longsor di Ruas Maswati-Sasaksaat

Proses penanganan diproyeksikan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar lima jam sejak pukul 16.30 WIB.

KAI Minta Maaf Gangguan Akibat Longsor di Ruas Maswati-Sasaksaat
KA Ciremai relasi Semarang Tawang-Bandung terhenti total di tengah lintasan akibat material longsoran tanah yang menutup petak jalan Maswati–Sasaksaat, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (1/4/2026) petang. (ANTARA/HO Daop 2 Bandung)

tirto.id - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas gangguan perjalanan kereta api akibat longsor yang menutup jalur di petak Maswati–Sasaksaat (MSI–SKT), Rabu (1/4/2026). KAI memastikan penanganan dilakukan secara cepat agar operasional segera kembali normal.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengungkapkan proses penanganan difokuskan pada pembersihan material longsor dan evakuasi sarana terdampak.

“KAI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami,” kata Anne dalam keterangan tertulis.

Peristiwa longsor tersebut terjadi sekitar pukul 14.53 WIB di kilometer 142+8/9 itu menyebabkan perjalanan KA 174 Ciremai serta sejumlah kereta lainnya mengalami gangguan. KAI pun melakukan pengaturan perjalanan sebagai langkah pengamanan operasional.

Anne menyebutkan, berdasarkan estimasi di lapangan, proses penanganan diproyeksikan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar lima jam sejak pukul 16.30 WIB. Sejumlah tim gabungan dikerahkan untuk mempercepat normalisasi jalur.

Selama proses berlangsung, KAI juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan penanganan berjalan aman dan terkendali. Perusahaan mengimbau pelanggan untuk memantau informasi terkini melalui layanan resmi KAI, termasuk Contact Center 121, WhatsApp, maupun email layanan pelanggan.

KAI menegaskan, seluruh langkah percepatan dilakukan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan agar perjalanan kereta api dapat segera kembali normal.

“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami, dan seluruh proses penanganan dilakukan secara cepat serta terukur agar perjalanan kereta api dapat segera kembali normal,” terangnya.

Baca juga artikel terkait KERETA API atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Fadrik Aziz Firdausi