tirto.id - Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi Utama, kembali menjalani pemeriksaan dalam kapasitas sebagai saksi terkait kasus dugaan pencemaran nama baik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Kasus pencemaran nama baik dengan tudingan pemalsuan ijazah itu dilaporkan sendiri oleh Jokowi.
Dian mengaku pemeriksaan kali ini untuk melengkapi hasil pemeriksaan sebelumnya. Namun, dia juga menyerahkan beberapa barang bukti tambahan.
"Tadi itu saya keterangan verbal untuk melengkapi keterangan-keterangan saya sebelumnya. Berikut juga dengan bukti-bukti yang pada pemeriksaan tanggal 19 Mei kemarin belum saya lengkapi. Itu tadi yang saya antar ke penyidik," kata Dian di Polda Metro Jaya, Rabu (28/5/2025).
Dian menjelaskan, penyelidik juga memeriksanya terakit aktivitas di media sosial dan kehadirannya di beberapa diskusi publik. Dalam beberapa acara televisi dan podcast, Dian hadir dan dipertemukan dengan Roy Suryo dan Rismon Hasiholan Sianipar.
"Ada beberapa pertemuan lewat podcast maupun lewat TV gitu kan, yang di situ ada pernyataan-pernyataan yang mungkin perlu digali, gitu loh. Berarti saya di situ jadi saksi," ucap Dian.
Menurut Dian, dirinya akan siap dilibatkan dalam pemberian keterangan guna melengkapi bukti-bukti penyelidikan sebagai dukungan proses hukum yang berjalan. Sebab, dia berharap kasus ini harus menjadi terang.
Lebih lanjut, dia berharap kasus ini bisa dijadikan pembelajaran untuk semua pihak agar ke depan lebih berhati-hati dalam menyampaikan sesuatu ke publik dan tidak asal bicara. Apalagi, kata dia, dalam kasus ini telah ada upaya menginjak-injak harkat dan martabat orang lain.
Sebelumnya, Dian juga menyerahkan beberapa dokumen yang dia kumpulkan saat meneliti keabsahan ijazah Jokowi. Namun, dia enggan menyebut dokumen apa yang diberikan.
Dia mengaku bahwa dirinya memang pernah mengunggah foto ijazah asli Jokowi yang didapatnya dari unggahan Universitas Gajah Mada (UGM). Ia juga mengaku memiliki satu majalah yang didapatnya dari salah satu mahasiswa UGM era Jokowi berkuliah dari salah satu orang tuanya di Semarang, Jawa tengah.
"Saya kan dari awal itu saya jalan cari yang namanya Sipenmaru, Sipenmaru itu majalah Printis setelah zaman dulu itu. Majalah Printis itulah kemudian yang saya jadikan wujudkan awal untuk mencari siapa-siapa teman Pak Jokowi berkuliah," tutur Dian.
Dian pun menerangkan, dirinya melakukan penelusuran atas keabsahan ijazah Jokowi itu lantaran sangat mengapresiasi sosok mantan presiden tersebut. Dia mengaku bahwa dirinya yang asli Lombok mengaku bahwa kepemimpinan Jokowi sangat berdampak pada kampung halamannya.
"Karena sayang lah sama beliau ini. Dua kali kalah di bawah 30 persen, tapi Lombok dibangun begitu bagus gitu sama Pak Jokowi. Itu saja sebenarnya," ujar dia.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































