tirto.id - Lomba kebersihan kelas merupakan kegiatan yang kerap kali digelar saat akhir semester atau menjelang Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI). Simak petunjuk teknis (Juknis) lomba kebersihan kelas, aturan, dan penilaiannya.
Kegiatan lomba kebersihan kelas tidak hanya mengisi waktu luang. Namun, kegiatan ini bagian dari menanamkan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitar, khususnya ruang kelas.
Secara umum, siswa diberi waktu untuk mempersiapkan diri dalam beberapa hari sebelum hari lomba kebersihan kelas. Hal itu dilakukan untuk membersihkan ruang kelas dan menata perlengkapan lainnya seperti figura, tanaman, tempat sampah, hingga hiasan meja.
Aturan Umum Lomba Kebersihan Kelas
Aturan umum lomba kebersihan kelas perlu dibuat oleh sekolah untuk memberikan pedoman bagi siswa. Hal ini meliputi tanggal pelaksanaa lomba, waktu persiapan, dan ruang lingkup.
Tak hanya itu, sekolah juga perlu memberikan apresiasi terhadap kelas dengan kategori paling bersih sebagai bentuk motivasi siswa. Apresiasi tersebut dapat berupa hadiah atau pengumuman di muka umum seperti papan pengumuman atau akhir upacara, dinobatkan sebagai kelas paling bersih.
Secara tidak langsung, apresiasi tersebut dapat memotivasi siswa untuk peduli terhadap ruang kelas. Berikut contoh aturan umum lomba kebersihan kelas:
- Lomba diikuti oleh seluruh siswa siswi di sekolah
- Lomba dilaksanakan [isi waktu lomba] dengan cara menjaga kebersihan kelas masing - masing
- Penilaian lomba akan dilakukan setiap hari sepulang sekolah oleh panitia dari pengurus OSIS
- Akan ada 3 kelas terbersih dan 3 kelas terkotor
- Untuk pengumuman kelas terbersih dan kelas terkotor dilakukan pada [isi waktu]
- Untuk pemenang kelas terbersih posisi pertama pada Minggu itu mendapatkan kebebasan untuk memakai baju batik di hari Jumat
- Untuk pemegang gelar kelas terkotor akan mendapatkan konsekuensi dari sekolah seperti membersihkan seluruh kamar mandi yang ada
Penilaian Lomba Kebersihan Kelas
Lomba kebersihan kelas memiliki seperangkat indikator penilaian. Penilaian ini biasanya mencakup kebersihan lantai, lemari kelas, meja, kursi, papan tulis, dan pintu jendela.
Selain itu, tata letak atribut pelengkap kelas juga tak luput dari penilaian. Hal ini meliputi keberadaan gambar presiden dan wakilnya, penunjuk waktu, struktur organisasi, jadwal mata pelajaran, dan inventaris lainnya.
Kemudian, aturan lain juga berkaitan dengan penataan meja guru, peralatan kebersihan, lantai depan kelas, tanaman atau taman depan kelas, dan tempat sampah.
Berikut rincian penilaian lomba kebersihan kelas yang dapat digunakan sebagai acuan sekolah:
1. Kebersihan
- Kebersihan lantai
- Kebersihan lemari kelas
- Kebersihan meja dan kursi
- Kebersihan papan tulis
- Kebersihan pintu dan jendela
- Kebersihan teras kelas
- Keberadaan gambar presiden, wakil presiden, dan Pancasila
- Keberadaan jam
- Keberadaan agenda guru dan daftar hadir siswa
- Keberadaan jadwal mata pelajaran
- Keberadaan struktur organisasi kelas
- Keberadaan jadwal piket harian
- Keberadaan alat tulis kelas seperti spidol dan penghapus papan tulis
- Keberadaan taplak meja dan vas bunga
- Keberadaan alat kebersihan kelas seperti sapu, pel, pengki, dan kemoceng
- Keberadaan daftar 7K
- Keberadaan daftar inventaris kelas
- Keberadaan tempat sampah
- Keberadaan tanaman depan kelas
- Keberadaan slogan/kata motivasi
- Penataan meja guru
- Penataan meja dan kursi siswa
- Penataan peralatan kebersihan
- Penataan hiasan dinding di kelas
Contoh Juknis Lomba Kebersihan Kelas
Agar lomba kebersihan kelas mudah difahami oleh siswa atau pihak penilai, maka dibutuhkan Juknis.
Juknis lomba kebersihan kelas menjadi acuan bagi semua pihak yang terlibat untuk mempersiapkan diri dengan baik.
Tak hanya itu, melalui juknis, siswa atau pihak penilai dalam menelaah lebih lanjut aturan dan indikator penilaian yang berlaku. Berikut contoh Juknis lomba kebersihan kelas yang dapat diakses secara gratis:
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id






































