tirto.id - Kediaman Joko Widodo (Jokowi) di Sumber, Solo, masih terus dibanjiri ratusan wisatawan pada H+5 Lebaran, Rabu (25/3/2026). Dalam momen tersebut, Jokowi sempat membagikan kaus hitam bergambar dirinya dengan tulisan "Militan" yang langsung memicu aksi saling rebut di kalangan warga yang antusias.
Momen tersebut terjadi saat Jokowi akan pergi meninggalkan kediaman sekira pukul 12.00 WIB. Jokowi yang berada di dalam mobilnya mengambil kaus warna hitam yang tersimpan di jok belakang lalu membagikannya.
Pembagian itu menarik antusias para wisatawan. Mereka saling berdesakan untuk berebut mendapatkan kaus itu.
Salah seorang wisatawan asal Manado, Deby (51), berhasil mendapatkan kaus tersebut. Saat dibuka kaus tersebut memiliki desain gambar Jokowi dibagian depan dilengkapi tulisan Militan.
"Gak masalah ada tulisan militan. Karena Jokowi itu pekerjaannya luar biasa banget. Masyarakat pasti paham. Pasti mendukung program-program pemerintahan Jokowi," ujarnya saat diwawancarai kontributor Tirto di lokasi.
Deby yang datang bersama sejumlah rakannya mengaku sudah tiga kali mengunjungi rumah Jokowi selama periode libur lebaran 2026 dan selalu gagal bertemu Jokowi.
"Sudah tiga kali ke sini, baru kali ini bisa sampai di depan sini. Harus bisa masuk karena sudah tiga kali ke sini," kata dia.
Sejumlah tokoh juga tampak berkunjung ke kediaman Jokowi. Di antaranya, Komisaris PT Pertamina Hasan Nasbi dan Ketum ProJo Budi Arie juga berkunjung menemui Jokowi.

Budi Arie sendiri datang ke Sumber untuk melakukan silaturahmi dengan Jokowi. sekaligus melaporkan agenda ProJo ke depannya.
"Kita konsolidasi, tadi sudah laporan ke bapak dalam waktu dekat kita akan bikin Konferda, Konfercap di seluruh Indonesia. Kita lakukan konsolidasi di seluruh Indonesia," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Budi Arie juga menanggapi soal sempat viralnya rumah Jokowi, yang sempat ditandai di Google Maps dengan nama Tembok Ratapan Solo.
"Enggaklah, jangan terlalu. Ini bagian dari pak Jokowi sebagai pemimpin rakyat. Sampai saat ini Pak Jokowi pemimpin yang bisa diakses oleh rakyat harus positif dong. Karena bagaimana pun, gimana mau berhasil kalau dia tidak pernah mendengar keluhan-keluhan rakyat, kondisi kenyataan di masyarakat. Kan rakyat bisa menyampaikan keluhan," tutup dia.
Penulis: Romensy Augustino
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id

































