Menuju konten utama

JK: Bangunan Tahan Gempa Efisien Daripada Pindah Ibu Kota Sulteng.

Lebih murah untuk bangun rumah tahan gempa dibanding memindahkan seluruh ibu kota Sulteng

 JK: Bangunan Tahan Gempa Efisien Daripada Pindah Ibu Kota Sulteng.
Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Sekjen PBB Antonio Guterres dan CEO Bank Dunia Kristalina Georgieva didampingi Kepala BNPB Willem Rampangilei meninjau lokasi terdampak gempa dan pencairan tanah (likuifaksi) di Balaroa, Sulawesi Tengah, Jumat (12/10/2018). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

tirto.id - Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK),menyebut rekonstruksi bangunan tahan gempa lebih efisien daripada memindahkan ibu kota Sulawesi Tengah (Sulteng) dari Palu.

"Jadi solusinya rumah bangunan itu yang harus tahan gempa. Lebih murah untuk [bangun] rumah tahan gempa dibanding memindahkan seluruh ibu kota," kata Kalla, di Jakarta, Selasa. (16/10/2018)

Selain tidak efisien, pemindahan ibu kota Sulawesi Tengah dari Palu juga dapat berdampak pada kondisi perekonomian masyarakat sekitar. Hal ini mengingat Palu bersebelahan dengan Selat Makassar yang adalah juga Alur Laut Kepulauan Indonesia II, sehingga secara transportasi lebih mudah dijangkau.

Kalla mengatakan, hampir seluruh wilayah Sulawesi Tengah saat ini berpotensi gempa Bumi, yang berpotensi tsunami dan likuefaksi. Sehingga, pemindahan lokasi ibu kota pun bukan solusi untuk terhindar dari bencana.

"Saya kira agak berlebihan. Itu juga, dimana anda mau pindahkan? Mau pindahkan ke Toli-Toli juga bisa masalah, mau pindahkan ke Sigi, ke Poso juga sering terjadi gempa. Di Sulawesi Tengah itu memang daerah yang [dilalui] Cincin Api," katanya.

Oleh karena itu, yang tepat dilakukan saat ini adalah dengan membangun kembali bangunan tahan gempa di lokasi selain zona merah.

"Tidak semua di Palu itu berbahaya, hanya ada daerah-daerah tertentu yang akan dijadikan zona merah, artinya tidak boleh dibangun di situ. Jadi bukan pemindahan. Pemindahan mau [keluar] ongkos berapa lagi?" katanya.

Kalla menjelaskan, apabila status ibu kota provinsi Palu dipindahkan ke daerah lain maka biaya yang dikeluarkan pemerintah akan jauh lebih besar karena harus mempertimbangkan pemindahan kegiatan pemerintahan, di antaranya kantor dan pegawai.

Baca juga artikel terkait RUMAH TAHAN GEMPA

tirto.id - Sosial budaya
Sumber: antara
Penulis: Irwan Syambudi
Editor: Irwan Syambudi