Menuju konten utama

Jember Hadirkan Mobil Home Care untuk Layani Warga hingga Rumah

Program Mobil Home Care resmi diluncurkan di Jember, menghadirkan layanan kesehatan langsung ke rumah warga, terutama kelompok rentan dan warga pelosok.

Jember Hadirkan Mobil Home Care untuk Layani Warga hingga Rumah
BP Taskin menghadirkan Program Mobil Home Care untuk memfasilitasi layanan kesehatan bagu warga Jember. (FOTO/dok. BP Taskin)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Masyarakat Kabupaten Jember yang memiliki keterbatasan akses kini tak perlu lagi bingung untuk berobat atau memeriksakan kesehatan. Melalui peluncuran Program Mobil Home Care, fasilitas kesehatan kini bergerak langsung mendatangi rumah-rumah warga untuk memberikan pelayanan medis yang inklusif dan merata.

Program hasil kolaborasi lintas sektor ini dirancang khusus untuk menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini kesulitan mendatangi fasilitas kesehatan formal, seperti lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, keluarga kurang mampu, serta warga di wilayah pelosok dengan akses transportasi terbatas.

Turut hadir dalam kegiatan di Puskesmas Sumberbaru tersebut Wakil Menteri Kesehatan RI, Jajaran BP Taskin yaitu Deputi Bidang Percepatan Pemberdayaan Kapasitas dan Penyediaan Akses Novrizal Tahar, Tenaga Ahli Utama Maswar Dedi, Tenaga Ahli Utama Samson, Tenaga Ahli Muda Mochammad Ramadhan, Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, jajaran Pemerintah Kabupaten Jember, serta para pemangku kepentingan terkait. Acara ditandai dengan penyerahan simbolis kunci kendaraan kepada perwakilan puskesmas sebagai armada resmi pelayanan kesehatan bergerak di lapangan.

Layanan Kesehatan Dekat Warga Percepat Pengentasan Kemiskinan

Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) menegaskan bahwa kesehatan merupakan fondasi utama dalam upaya mempercepat pengentasan kemiskinan. Menurutnya, masyarakat yang sehat memiliki kesempatan jauh lebih besar untuk bekerja, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat perekonomian keluarga.

"Mobil Home Care bukan sekadar kendaraan operasional, tetapi simbol kehadiran negara dalam melayani masyarakat. Ketika pelayanan kesehatan semakin mudah dijangkau, masyarakat dapat hidup lebih sehat, produktif, dan terhindar dari risiko jatuh ke dalam kemiskinan," ujar Wakil Kepala BP Taskin.

“Ketika masyarakat kesulitan mengakses layanan kesehatan, maka produktivitas keluarga akan menurun dan risiko kemiskinan semakin besar. Karena itu, BP Taskin mendukung penuh berbagai inovasi yang mampu mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya kelompok miskin dan rentan,” tegas Wakil Kepala BP Taskin.

Ia menambahkan bahwa penanganan masalah kemiskinan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, dunia usaha, hingga seluruh elemen masyarakat.

Warga Miskin Berhak Memiliki Dokter Keluarga

Menyambut hal tersebut, Bupati Jember, Muhammad Fawait, menjelaskan bahwa lahirnya Program Home Care ini berangkat dari temuan evaluasi pemerintah daerah di lapangan. Banyak warga miskin yang tidak datang berobat ke puskesmas maupun rumah sakit bukan karena tidak butuh, melainkan karena tidak ada biaya untuk ongkos transportasi dan kekhawatiran atas beban ekonomi keluarga.

"Setelah kami evaluasi, ternyata masih banyak masyarakat tidak mampu yang tidak berangkat ke rumah sakit maupun puskesmas. Alasannya sederhana, mereka membutuhkan biaya untuk berangkat, sementara keluarga yang ditinggalkan juga harus tetap memenuhi kebutuhan hidup. Dari situlah muncul gagasan menghadirkan Program Home Care," ungkap Bupati Muhammad Fawait.

Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan hak seluruh masyarakat tanpa memandang kondisi ekonomi.

"Kami ingin warga miskin di Kabupaten Jember juga memiliki dokter keluarga sebagaimana masyarakat yang mampu. Karena itu, pemerintah harus hadir memastikan layanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat hingga ke rumah rumah mereka," tegas Bupati Jember.

Melalui armada Mobil Home Care, para tenaga medis dapat menyalurkan layanan kesehatan secara menyeluruh langsung di tengah masyarakat—mulai dari tindakan pencegahan (preventif), edukasi (promotif), pengobatan (kuratif), hingga pemulihan (rehabilitatif). Kehadiran program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan derajat kesehatan warga, tetapi juga mengurangi beban biaya kesehatan keluarga dan memperkuat pelayanan kesehatan primer sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

BP Taskin menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, tenaga kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu memperluas akses pelayanan kesehatan sekaligus mempercepat terwujudnya Indonesia yang lebih sehat, lebih sejahtera, dan bebas dari kemiskinan.

Penulis: Tim Media Servis