tirto.id - Hotel Al-Hidayah Tower di sektor 10 wilayah Aziziyah, Makkah telah menerima tiga kelompok terbang (kloter) dari dua embarkasi, yaitu Banten dan Padang. Sektor 10 ini spesial karena hanya satu hotel, tapi dapat menampung jemaah haji hingga 21 ribuan.
Kepala Sektor 10, Akhor Wiwit S, mengatakan, tiga kloter yang sudah masuk dalam dua hari pendorongan dari Madinah adalah kloter JKB 1 dan JKB 2 asal Banten, serta PDG 1 asal Padang yang tiba di Makkah pada Jumat (1/5/2026) malam.
Setelah beristirahat cukup di pemondokan setelah perjalananjauh dari Madinah, para jemaah langsung diberangkatkan untuk menjalani umrah wajib di Masjidil Haram pada Sabtu (2/5/2026) pagi.
"Jemaah Padang sudah lebih dulu menjalani umrah wajib, sedangkan jemaah dari Banten baru saja diberangkatkan,” kata Akhor saat diwawancarai tim Media Center Haji (MCH) di Hotel Al-Hidayah Tower, di Aziziyah, Sabtu (2/5/2026).
Berdasarkan kebijakan PPIH Arab Saudi, jemaah haji yang sampai Makkah sebelum magrib, maka akan melaksanakan umrah wajib pada pukul 22.00 waktu Arab Saudi. Sementara bagi jemaah yang tiba di atas magrib, maka akan melakukan umrah wajib pada pagi hari, yaitu pada pukul 10.00 pagi waktu Arab Saudi.
Namun demikian, jemaah haji dari sektor 10 diputuskan berangkat lebih pagi karena jaraknya yang lebih jauh dibandingkan sektor lain. Tim MCH mencoba mengukur jarak tempuh menggunakan bus shalawat dari Hotel Al-Hidayah Tower hingga Terminal Jabal Ka'bah sekitar 20 menitan. Sementara itu, dari terminal hingga pelataran Masjidil Haram membutuhkan waktu sekitar lima menit dengan berjalan kaki.
Menurut Akhor, seluruh petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dari berbagai layanan turut bergerak mendampingi jemaah menuju Masjidil Haram agar proses ibadah berjalan lancar. Dia berharap seluruh rangkaian ibadah umrah wajib dapat ditunaikan dengan maksimal oleh para jemaah.
Meski demikian, Akhor mengakui selalu ada dinamika di lapangan selama proses pelayanan jemaah berlangsung. Namun, ia memastikan seluruh persoalan dapat ditangani oleh petugas.
“Kalau dinamika selalu ada di setiap sektor, tetapi pada dasarnya dinamika yang ada menjadi bagian yang harus kita selesaikan,” ujar dia.
Akhor menjelaskan, dinamika yang kerap muncul di antaranya terkait barang bawaan jemaah yang tertinggal atau tercecer, hingga penempatan kamar yang terpisah antara suami, istri, dan anak.
Selain itu, ada pula jemaah yang menempati lantai berbeda dengan anggota rombongannya. Menurut dia, seluruh persoalan tersebut telah dimitigasi dan ditangani oleh petugas.
“Intinya, apa yang sudah ditetapkan tetap dijalankan dengan penyesuaian sepanjang tidak menyalahi ketentuan yang ada,” kata Akhor.
Dia mengungkapkan, seluruh jemaah yang menempati Hotel Al Hidayah Towers, mulai dari tower 1 hingga tower 8, telah mendapatkan kamar sesuai penempatan yang ditentukan.
Sementara itu, untuk jemaah lansia dan berkebutuhan khusus, pihak sektor juga telah menyiapkan pengaturan tersendiri, termasuk dalam pelaksanaan umrah wajib.
“Umrah wajibnya juga disendirikan dengan fasilitas bus shalawat yang bisa kami request khusus kepada penanggung jawab bus shalawat, sehingga tidak digabung dengan jemaah lain,” tuturnya.
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id
































