tirto.id - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau agar jemaah haji Indonesia memakai layanan pendorong kursi roda resmi saat umrah wajib di Masjidil Haram. Hal ini penting demi keamanan jemaah dalam melaksanakan ibadah.
Kepala Seksi Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKP2JH) dan Jemaah Lansia-Disabilitas PPIH Daker Makkah, Ridwan Siswanto, mengingatkan, layanan pendorong kursi roda resmi hanya ada di dalam Masjidil Haram dan memakai seragam tertentu.
"Itu yang harus diingat-ingat oleh jemaah, hanya ada di Masjidil Haram pendorong resmi," kata Ridwan saat ditemui Tim Media Center Haji (MCH) usai apel pagi, di Daker Makkah, Sabtu (2/5/2026).
Ridwan mengatakan, ciri khas dari pendorong resmi adalah pakai rompi. Mereka bekerja dengan sistem sif dengan rompi yang berbeda.
"Rompinya kalau yang pagi itu warnanya merah marun, kalau yang sore dan malam itu warnanya abu-abu," kata Ridwan.
Menurut Ridwan, selain rompi khusus, para penyedia layanan pendorong kursi roda ini juga memiliki kartu tasreh. "Itu yang terpenting karena banyak yang pakai rompi mirip-mirip," kata Ridwan.
Ridwan mengingatkan, banyak layanan pendorong kursi roda yang tidak resmi berusaha mirip seperti petugas resmi untuk mengelabui jemaah.
"Disangkanya itu pendorong resmi padahal bukan. Pendorong yang non-resmi atau ilegal itu ada juga dari pendorong Arab, ada juga dari penduduk Indonesia yang bermukim di sana," kata Ridwan.
Menurut Ridwan, bila jemaah memakai layanan pendorong kursi roda resmi, maka jemaah dalam melaksanakan ibadah di Masjidil Haram tanpa khawatir akan ditangkap petugas atau Askar.
Ridwan menekankan, pihak yang ditangkap bukan jemaahnya, tapi pendorongnya. Namun, jemaahnya jadi terlantar karena jemaah pasti akan diturunkan di lokasi pendorong itu ditangkap atau kabur.
"Jadi jemaah langsung diturunin di manapun pendorongnya kena razia atau kena pemeriksaan. Kan kasihan jemaah jadi stres," kata Ridwan.
Oleh karena itu, kata Ridwan, untuk membantu jemaah haji tersebut, maka layanan PKP2JH, Lansia dan Disabilitas, mengeluarkan program kartu kendali. Tujuannya agar mempermudah jemaah dalam memperoleh layanan dari terminal, baik Syib Amir, Ajyad, maupun Jabal Ka'bah ke Masjidil Haram.
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id


































