tirto.id - Jakarta Futures Exchange (JFX) dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI), bagian dari Holding BUMN Danareksa, berpartisipasi dalam ajang Minerba Convex 2025 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), pada 15-16 Oktober 2025 silam.
“Partisipasi JFX dan KBI di Minerba Convex 2025 merupakan jawaban atas tantangan pasar, mulai dari fluktuasi harga, kebutuhan transparansi, hingga peningkatan daya saing global," ungkap Direktur Utama JFX, Yazid Kanca Surya, dalam keterangan tertulis yang diterima Tirto.id, Senin (21/10).
Kanca, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa transaksi bursa timah yang dijalankan JFX terbukti berlangsung transparan, kredibel, diawasi, berkelanjutan, dan menghadirkan harga yang kompetitif.
"Komitmen kami adalah memberikan nilai tambah bagi industri, mendukung hilirisasi, serta memperluas cakupan ke perdagangan komoditas pertambangan lainnya," sambung Kanca.
Dalam Minerba Convex 2025, JFX menampilkan capaian dan inovasi terbaru dalam perdagangan timah, sekaligus memperkenalkan arah pengembangan ke komoditas strategis lainnya. Mulai dari mineral dan batubara hingga energi, pertanian, serta logam mulia. Langkah ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi produk dan penguatan rantai nilai industri minerba Indonesia. Partisipasi ini sejalan dengan program nasional Minerba One yang digagas Kementerian ESDM.
Minerba One, melalui MODI (Minerba One Data Indonesia) dan MOMI (Minerba One Map Indonesia), memperkuat traceability, transparansi, dan pengawasan industri serta mendukung penerimaan negara. Seluruh anggota Bursa Timah JFX–KBI telah melaporkan transaksinya ke MODI, menjadikan langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah membangun tata kelola pertambangan yang terintegrasi.
Sejak 2019, JFX dan KBI mencatat volume perdagangan timah lebih dari 300.000 ton dengan nilai mencapai 8 miliar USD, melibatkan lebih dari 60 pelaku usaha aktif. Pada 2024, lebih dari 95% transaksi timah nasional, baik domestik maupun ekspor, tercatat melalui JFX dan KBI, menegaskan posisi keduanya sebagai pilar utama dalam rantai pasok global.
“KBI berperan menjaga integritas keuangan dalam layanan kliring dan penjaminan penyelesaian transaksi di seluruh ekosistem perdagangan berjangka. Bersama JFX, kami terus meningkatkan inovasi layanan kliring penjaminan di sektor minerba yang mengadopsi sistem dan teknologi informasi, dan layanan digital yang reliable, transparan, dan dapat dipercaya,” jelas Budi Susanto, Direktur Utama KBI.
Dukungan Bappebti
Dalam sesi talkshow Minerba Convex 2025, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) sebagai otoritas pengawas perdagangan berjangka menegaskan bahwa perdagangan timah melalui JFX berkontribusi memperkuat tata kelola ekspor, mengurangi praktik ilegal, dan meningkatkan penerimaan negara.
“Langkah JFX dan KBI memperkuat tata kelola perdagangan minerba adalah bukti kontribusi menuju transformasi pasar yang berdaya saing global. Bappebti mendukung penuh upaya ini sebagai bagian dari ekosistem komoditas strategis Indonesia yang makin terintegrasi,” ujar Ima Siti Fatimah selaku Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi.
Bappebti juga menekankan pentingnya mendorong pelaku usaha melakukan aktivitas lindung nilai (hedging) di dalam negeri. Upaya ini dapat diperkuat melalui keterlibatan liquidity provider, salah satunya kerja sama JFX dengan Onyx Capital Group, guna meningkatkan likuiditas pasar dan daya saing perdagangan nasional.
Selain tampil di booth dan talkshow, Direktur Utama JFX juga menjadi penanggap dalam breakout room bertema “Kontribusi Pertambangan bagi Pembangunan Negara dan Daerah.”
Dalam sesi tersebut, Kanca menekankan pentingnya hilirisasi dan keberadaan bursa di negara produsen, agar nilai tambah komoditas seperti timah, nikel, dan CPO tetap dinikmati di dalam negeri.
“Kami di Bursa berkomitmen meluncurkan produk-produk berjangka yang relevan, dengan memastikan hilirisasinya berada di Indonesia. Dengan begitu, nilai tambah dan rantai bisnis dapat lebih panjang di dalam negeri, memperkuat kontribusi industri bagi perekonomian nasional,” ujar Yazid Kanca Surya.
Selama kegiatan, booth JFX dan KBI didatangi oleh lebih dari 700 pengunjung, termasuk peserta talkshow, publik, dan pemangku kepentingan. Antusiasme ini menunjukkan tingginya perhatian banyak pihak terhadap upaya JFX dan KBI dalam mewujudkan perdagangan timah yang transparan, kredibel, dan diakui secara global.
Keikutsertaan JFX dan KBI di Minerba Convex 2025 menjadi wujud sinergi multipihak dalam menjawab tantangan industri serta membangun ekosistem perdagangan komoditas yang adaptif, kredibel, dan mendukung transisi energi berkelanjutan. Di sisi lain, partisipasi ini juga menjadi momentum penting bagi penguatan tata kelola dan daya saing perdagangan komoditas nasional.
(JEDA)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id


































