tirto.id - Polisi Israel menangkap Imam Masjid Al-Aqsa, Sheikh Mohammad Ali Al-Abbasi, di halaman kompleks masjid yang berada di Yerusalem Timur pada Senin (16/2/2026) malam. Informasi penangkapan tersebut disampaikan oleh sejumlah sumber lokal yang berada di lokasi kejadian.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian Israel mengenai alasan maupun dasar hukum penahanan tersebut. Demikian ditulis Antara dari WAFA, Selasa (17/2/2026).
Penangkapan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Masjid Al-Aqsa dalam beberapa waktu terakhir. Otoritas Israel disebut semakin memperketat pengamanan dan memberlakukan berbagai pembatasan di area kompleks masjid serta wilayah sekitarnya. Sejumlah pihak menilai langkah tersebut sebagai bagian dari kebijakan yang lebih luas terhadap aktivitas keagamaan dan sosial warga Palestina di Yerusalem Timur.
Berbagai tindakan pembatasan dilaporkan menyasar para imam, penceramah, serta kelompok al-Murabitin, yakni individu yang secara rutin berada di kompleks masjid untuk beribadah dan menjaga kehadiran Muslim di lokasi tersebut. Selain itu, akses masuk bagi jemaah juga kerap dibatasi, terutama pada waktu-waktu tertentu yang dianggap sensitif oleh aparat keamanan. Pembatasan ini berdampak pada berkurangnya jumlah jemaah yang dapat memasuki area masjid, termasuk pada hari-hari besar keagamaan.
Di sisi lain, laporan dari lapangan juga menyebutkan adanya peningkatan kunjungan kelompok pemukim Israel ke kompleks Masjid Al-Aqsa dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Kehadiran mereka kerap memicu ketegangan dengan warga Palestina yang berada di sekitar lokasi. Situasi ini memperbesar potensi gesekan dan bentrokan, terutama di kawasan Kota Tua Yerusalem yang menjadi titik sensitif secara politik dan keagamaan.
Yerusalem Timur, termasuk Kota Tua dan area sekitar Masjid Al-Aqsa, memang kerap menjadi pusat ketegangan antara warga Palestina dan otoritas Israel. Dalam beberapa bulan terakhir, aparat keamanan dilaporkan meningkatkan patroli, pemeriksaan identitas, serta penahanan terhadap sejumlah tokoh agama dan aktivis lokal. Langkah-langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan, namun di sisi lain menuai kritik karena dinilai mempersempit ruang kebebasan beragama dan berekspresi.
Penangkapan Sheikh Mohammad Ali Al-Abbasi semakin menambah daftar insiden yang terjadi di sekitar Masjid Al-Aqsa. Perkembangan situasi di kawasan ini terus menjadi perhatian, mengingat kompleks tersebut memiliki nilai religius dan simbolik yang sangat penting bagi umat Islam di seluruh dunia, serta menjadi salah satu titik paling sensitif dalam konflik Israel-Palestina.
Editor: Anggun P Situmorang
Masuk tirto.id


































