Menuju konten utama

Israel Masih Serang Lebanon Walau Sepakat Gencatan Senjata

Israel mencoba menyerang pasukan Hizbullah di Lebanon untuk merusak upaya gencatan senjata yang kini tengah dibangun. Simak selengkapnya.

Israel Masih Serang Lebanon Walau Sepakat Gencatan Senjata
Foto ini menunjukkan kehancuran di lokasi serangan udara Israel di daerah Al Hosh dekat kota pesisir Tyre, Lebanon, pada 4 April 2026. (Foto oleh Kawnat HAJU / AFP)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan adanya serangan pesawat tak berawak alias drone milik Israel ke wilayah tersebut. Serangan tersebut dilakukan dilakukan di tengah kedua negara yang sepakat untuk gencatan senjata setelah perang yang begitu lama.

Dilansir dari Al Jazeera, Israel mencoba menyerang pasukan Hizbullah di Lebanon untuk merusak upaya gencatan senjata yang kini tengah dibangun.

"Israel dan Hizbullah dilaporkan sepakat untuk menghentikan permusuhan," dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (20/6/2026).

Serangan Israel terus berlanjut. Akibatnya, warga di Lebanon selatan mempertanyakan apakah gencatan senjata itu memiliki arti apa pun.

“Rasanya tidak seperti gencatan senjata,” kata Heidi Pett seorang reporter dari Al Jazeera, melaporkan dari Tyre di Lebanon setelah serangan Israel.

Salah seorang sumber anonim Aljazeera, yang memiliki profesi diplomat di salah satu negara Teluk, mengatakan gencatan senjata bertujuan untuk menghentikan eskalasi di Lebanon agar tidak menggagalkan upaya yang lebih luas untuk mengubah kesepakatan sementara AS-Iran menjadi kesepakatan perdamaian regional yang langgeng.

Meski demikian, pejabat Hizbullah mengatakan kepada Al Jazeera bahwa gencatan senjata akan tetap berlaku jika Israel mematuhinya.

“Israel tetap berkomitmen teguh pada gencatan senjata segera. Jika Hizbullah menghormati perjanjian dan menghentikan permusuhannya, mereka akan disambut dengan tenang," ujar Duta Besar Israel untuk AS, Yechiel Leiter di X.

Dilaporkan oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, dengan Presiden Lebanon, Joseph Aoun, bahwa pembahasan gencatan senjata Lebanon-Israel dijadwalkan di Washington dari 23 hingga 25 Juni.

Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric, menyambut baik upaya gencatan senjata tersebut. Dujarric berharap kedua negara terutama Israel mau taat terhadap kesepakatan yang dibuat tersebut kedamaian masing-masing negara.

“Kami terus menyerukan kepada para pihak untuk menghentikan permusuhan, menghormati pengaturan gencatan senjata yang ada, dan mengejar dialog sebagai satu-satunya jalan yang layak untuk keamanan dan stabilitas jangka panjang di kedua sisi Garis Biru,” kata Dujarric.

Baca juga artikel terkait SERANGAN ISRAEL atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Anggun P Situmorang