tirto.id - Gempa Rusia yang terjadi pada Rabu tanggal 30 Juli 2025 pagi mengakibatkan beberapa wilayah di beberapa negara yang berada di sepanjang Samudera Pasifik ikut terdampak tsunami. Hari ini, Kamis tanggal 31 Juli 2025, peringatan dini tsunami dinyatakan telah berakhir.
Setelah Rusia dilanda gempa berkekuatan 8,7 SR dan diikuti dengan tsunami setelahnya, beberapa negara bersiap untuk menghadapi tsunami yang diakibatkan oleh gempa tersebut.
Tercatat negara-negara yang memberikan peringatan dini akan adanya potensi tsunami antara lain Jepang, Amerika Serikat, Filipina, dan Indonesia.
Peringatan Tsunami di Beberapa Negara Resmi Dinyatakan Berakhir
Setelah berhasil menghadapi tsunami “kiriman” akibat gempa Rusia kemarin, Jepang telah mengakhiri status siaga tsunaminya hari ini. Namun, beberapa daerah khususnya di wilayah pesisir dari Hokkaido hingga Chiba, termasuk Kepulauan Izu, dan sebagian Kagoshima peringatan tsunami masih diberlakukan.
Dikutip NHK, sekitar satu jam setelah gempa Rusia terjadi, pemerintah Jepang memberlakukan peringatan dini akan adanya tsunami. Mereka mengevakuasi sebanyak kurang lebih dua juta warganya yang berada di wilayah di sepanjang pesisir Pasifik dari Hokkaido utara hingga Prefektur Wakayama barat.
Gelombang pertama tsunami di Jepang terjadi sekitar pukul 10.30 waktu setempat di Hokkaido timur. Setelahnya, terjadi beberapa gelombang tsunami lain dengan gelombang tertinggi yang tercatat adalah sekitar 1,3 meter, terpantau di Kuji, Prefektur Iwate, sebelum pukul 14.00.
Setelah dirasa cukup aman, pemerintah Jepang akhirnya menyatakan peringatan tsunami telah diakhiri pada sekitar pukul 20.45.
Dikutip CNN, Badan Tanggap Bencana Chili, SENAPRED, juga mengakhiri peringatan tsunami di beberapa wilayah, termasuk wilayah Antartika, Pulau Paskah, Pulau San Felix, serta wilayah Aysen dan Magallanes, namun sebagian besar wilayah pesisir lainnya di negara tersebut tetap waspada.
Badan penanggulangan bencana Kolombia dan Institut Oseanografi dan Antartika Ekuador juga telah mengakhiri peringatan tsunami di negara masing-masing.
Di Amerika Serikat, peringatan potensi tsunami juga telah diakhiri hari ini. Untuk negara bagian Hawaii awalnya tetap berlaku, namun kini juga sudah dinyatakan berakhir. Sebelumnya, gelombang tsunami di Hawaii akibat gempa Rusia ketinggiannya mencapai 1,7 meter namun kini sudah berangsur berkurang.
Begitu pula dengann pemerintah Filipina yang juga menyatakan peringatan tsunami di negaranya telah diakhiri.
"Tidak ada gangguan permukaan laut yang signifikan atau gelombang tsunami yang merusak yang tercatat sejak gempa bumi," isi pernyataan terbaru dari Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina, dikutip laman VOI (30/7).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga telah resmi mengakhiri peringatan tsunami di Indonesia pada Rabu tanggal 30 Juli 2025 kemarin pukul 22.42 WIB.
“#Peringatan dini TSUNAMI yang disebabkan oleh Gempa Kamchatka mag:8.7, tanggal: 30-Jul-25 06:24:50 WIB, dinyatakan telah berakhir#BMKG,” tulis BMKG di akun X @infobmkg.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id
































