tirto.id - Gempa bumi Magnitudo 3,1 mengguncang Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (21/8/2025) malam, serta dirasakan hingga Karawang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa tersebut terjadi pada pukul 18.27 WIB.
Berdasarkan laporan BMKG, gempa bumi ini terjadi di darat dengan pusat gempa 17 km tenggara Kabupaten Bekasi. Koordinat gempa 6,49 lintang selatan (LS)-107,26 bujur timur (BT) dan kedalaman gempa 9 km.
Gempa dirasakan hingga Karawang dengan skala intensitas atau Modified Mercalli Intensity (MMI) II-III, menurut pantauan terakhir di situs BMKG sampai pukul 18.52 WIB.
Selain di Kabupaten Bekasi, gempa dirasakan lain dengan Magnitudo 3,6 terjadi hari ini pada pukul 09.01 WIB di Poso, koordinat 2,02 LS-120,66 BT. Gempa di kedalaman 5 km itu berpusat di darat 70 km barat daya Poso. Guncangan gempa dirasakan hingga Pendolo, Sulawesi Tengah (Sulteng), dengan MMI II-III.
#Gempa (UPDATE) Mag:3.1, 21-Agu-25 18:27:05 WIB, Lok:6.49 LS, 107.26 BT (Pusat gempa berada di darat 17 km tenggara Kab. Bekasi), Kedlmn:9 Km Dirasakan (MMI) II-III Karawang #BMKGpic.twitter.com/V95A4gigWL
— BMKG (@infoBMKG) August 21, 2025
Sehari sebelumnya atau pada Rabu (20/8/2025), gempa juga mengguncang Kabupaten Bekasi. BMKG mencatat, gempa Magnitudo 4,9 terjadi di darat 14 km tenggara Kabupaten Bekasi pada Rabu pukul 19.54 WIB.
Gempa M4,9 itu berada di kedalaman 10 km, titik koordinat 6,48 LS-107,24 BT. Gempa ini dirasakan MMI II-IV, masing-masing III Purwakarta, III-IV Bekasi, II-III Jakarta, III Depok, II Tangerang, II-III Tangerang Selatan, II Pelabuhan Ratu, III Cikarang, II-III Bekasi Timur, II Cianjur, II-III Bandung, II Pandeglang, dan II Lebak.
Gempa susulan pada Rabu tersebut dilaporkan terjadi pukul 22.39 WIB, berada di darat 15 km tenggara Kabupaten Bekasi, dengan M3,9. Gempa ini berada di kedalaman 3 km, koordinat 6,49 LS-107,24 BT. Gempa dirasakan masing-masing MMI III di Karawang, III Purwakarta, hingga II-III Bekasi.
BMKG akan memberikan informasi terkait gempa, dengan catatan bahwa parameter gempa bumi dapat berubah dan boleh jadi belum akurat, kecuali telah direvisi atau dianalisis ulang oleh ahli seismologi.
Terkait gempa, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diharapkan memastikan bangunan rumah tahan gempa dan memeriksa potensi kerusakan setelah terjadi guncangan.
Informasi resmi mengenai gempa bumi dapat diakses melalui laman BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta kanal media sosial resmi BMKG.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id

































