Menuju konten utama

Ucapan Doa dan Dzikir Ketika Terjadi Gempa Bumi Menurut Islam

Terdapat ucapan doa dan dzikir ketika terjadi gempa bumi menurut ajaran Islam.

Ucapan Doa dan Dzikir Ketika Terjadi Gempa Bumi Menurut Islam
Ilustrasi berdoa. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Ucapan doa dan dzikir ketika terjadi gempa bumi menurut ajaran Islam bisa menjadi amalan umat. Indonesia merupakan negara kepulauan tropis yang rawan terjadi bencana, salah satunya gempa bumi.

Secara geologis, Indonesia dilalui oleh cincin api pasifik atau Pacific Ring of Fire yang menjadi tempat bertemunya banyak lempeng tektonik. Akibatnya, sering mengalami gempa bumi, letusan gunung berapi, dan tsunami yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik.

Sebagai negara yang mayoritas beragama Islam, masyarakat meyakini bahwa bencana tersebut tak lepas dari kehendak Allah. Sebab itu, umat Islam memohon perlindungan dan keselamatan kepada Allah saat terjadi bencana.

Doa dan Dzikir Ketika Terjadi Gempa Bumi

Gempa bumi mengguncang sejumlah wilayah di Indonesia selama sepekan terakhir. Di antaranya gempa berkekuatan magnitudo 6.0 mengguncang wilayah Poso pada Minggu, 17 Agustus 2025. Gempa tersebut terjadi pukul 05.38 WIB dengan kedalaman 10 km.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7 juga mengguncang Kabupaten Bekasi pada Rabu, 20 Agustus 2025, pukul 19.54 WIB. Terbaru, pada Kamis, 21 Agustus 2025, gempa Mag 3.3 kembali mengguncang Bekasi pada pukul 06:05:04 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan waspada dalam menghadapi gempa. Tak hanya itu, BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada info bencana selain dari otoritas terkait.

Dalam ajaran Islam, terdapat doa dan dzikir yang dapat dibaca saat gempa bumi. Doa tersebut berisi memohon kebaikan dan perlindungan saat peristiwa gempa. Doa menjadi bagian ikhtiar batin untuk keselamatan dari musibah gempa bumi.

Memohon pertolongan kepada Allah ketika terjadi gempa termaktub dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 173:

اَلَّذِيْنَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ اِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوْا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ اِيْمَانًاۖ وَّقَالُوْا حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ ۝١٧٣

alladzîna qâla lahumun-nâsu innan-nâsa qad jama‘û lakum fakhsyauhum fa zâdahum îmânaw wa qâlû ḫasbunallâhu wa ni‘mal-wakîl

Artinya:"(yaitu) mereka yang (ketika ada) orang-orang mengatakan kepadanya, “Sesungguhnya orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan (pasukan) untuk (menyerang) kamu. Oleh karena itu, takutlah kepada mereka,” ternyata (ucapan) itu menambah (kuat) iman mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung,”.

Kiai Abdul Karim, pengasuh Pondok Pesantren Al-Quran Azzayadi Solo, dalam tulisan M Rizqy Fauzi berjudul “Inilah Doa saat Terjadi Gempa Bumi” dikutip via laman NU Online menjelaskan bahwa terdapat doa yang dapat dibaca saat gempa. Doa tersebut diberi nama doa ketika gempa bumi.

Berikut tulisan doa ketika gempa bumi:

اللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ

Bacaan latinnya: "Allahumma innii as-aluka khairahaa wa khaira maa fiihaa wa khaira maa ursilat bih. Wa-a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa khaira maa ursilat bih."

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kehadirat-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, dan kebaikan apa yang di dalamnya, dan kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan atas apa yang terjadi, dan keburukan atas apa yang terjadi didalamnya, dan aku juga memohon perlindungan kepada-Mu atas apa-apa yang Engkau kirimkan,".

Selain itu, umat Islam juga dapat memanjatkan doa gempa bumi untuk saudara yang terdampak gempa. Melansir laman resmi Baznas yang berjudul "Inilah Bacaan Doa Gempa Bumi", berikut bacaan doa gempa bumi:

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ آجِرْنِى فِى مُصِيبَتِى وَأَخْلِفْ لِى خَيْرًا مِنْهَا

Bacaan latinnya: “Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, Allahumma ajirhum fii mushibati, wa akhlif li khoiran minha”

Artinya: Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya akan kembali kepada-Nya. Ya Allah, berilah mereka pahala dalam musibah mereka dan gantilah dengan yang lebih baik.”

Ilustrasi Shalat Malam

Ilustrasi berdoa. foto/IStockphoto. foto/IStockphoto

Sementara menurut laman resmi Muhammadiyah lewat tulisanyang berjudul "Cara Islam Mensikapi Bencana", umat Islam perlu bersabar apabila ditimpa musibah keburukan, baik dengan hati, lisan, dan perbuatan.

Sebab, musibah tersebut datang dari Allah dan bagian dari bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Sabar dengan hati dapat dilakukan dengan merefleksikan musibah yang menjadi bagian dari kehendak Allah.

Kemudian, sabar dengan lisan dapat berupa ucapan doa-doa yang baik untuk memohon perlindungan kepada Allah. Sementara itu, sabar dengan perbuatan dapat dilakukan dengan upaya merubah kondisi buruk yang sedang dihadapi untuk menciptakan kebaikan di kemudian hari.

Dalam Al-Qur’an juga terdapat doa yang dapat dibaca umat Islam ketika mendapatkan musibah. Salah satunya termuat di Surah Al-Araf Ayat 155-156.

Dalam surat ini dituliskan doa yang dibaca Nabi Musa As. ketika umatnya tertimpa bencana gempa bumi sebagai berikut:

رَبِّ لَوْ شِئْتَ اَهْلَكْتَهُمْ مِّنْ قَبْلُ وَاِيَّايَۗ اَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ السُّفَهَاۤءُ مِنَّاۚ اِنْ هِيَ اِلَّا فِتْنَتُكَۗ تُضِلُّ بِهَا مَنْ تَشَاۤءُ وَتَهْدِيْ مَنْ تَشَاۤءُۗ اَنْتَ وَلِيُّنَا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَاَنْتَ خَيْرُ الْغٰفِرِيْنَ وَاكْتُبْ لَنَا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ اِنَّا هُدْنَآ اِلَيْكَۗ

Arab Latinnya:

Rabbi lau syi`ta ahlaktahum ming qablu wa iyyāy, a tuhlikunā bimā fa'alas-sufahā`u minnā, in hiya illā fitnatuk, tuḍillu bihā man tasyā`u wa tahdī man tasyā`, anta waliyyunā fagfir lanā war-ḥamnā wa anta khairul-gāfirīn. Waktub lana fī hāżihid-dun-yā ḥasanataw wa fil-ākhirati innā hudnā ilaīk.

Artinya:

...Ya Tuhanku, jika Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang akal di antara kami? [Penyembahan terhadap patung anak sapi] itu hanyalah cobaan dari-Mu. Engkau menyesatkan siapa yang Engkau kehendaki dengan cobaan itu dan Engkau memberi petunjuk siapa yang Engkau kehendaki.

"Engkaulah Pelindung kami. Maka, ampunilah kami dan berilah kami rahmat. Engkaulah sebaik-baik pemberi ampun. Tetapkanlah untuk kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat. Sesungguhnya kami kembali (bertobat) kepada Engkau...,”(QS. Al-A’raf [7]: 155-156).

Baca juga artikel terkait INFO GEMPA atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - Edusains
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo