tirto.id - [caption id="attachment_51260" align="alignnone" width="1200"]
Gula Rafinasi. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja.[/caption]
Produsen gula asal India Shivshakti Sugars Limited sedang menjajaki kemungkinan pembangunan pabrik gula di Indonesia dengan perkiraan nilai investasi sebesar USD 80-100 juta tanpa mempermasalahkan lokasi persis di mana pabrik tersebut akan dibangun.
"Mereka ingin membangun pabrik gula, setelah bertemu Menteri Perindustrian Saleh Husin, kami akan ke Kementerian Pertanian untuk membicarakan soal lahan," kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi Lukman di Jakarta, Rabu, (23/3/2016).
Adhi menyampaikan, investor asal India tersebut bersedia membangun pabrik gula di lahan yang memang tersedia di seluruh kawasan Indonesia, termasuk jika harus ke Papua.
Menurut Adhi, Shivshakti Sugars akan menggandeng mitra lokal yang juga anggota Gapmmi, dengan komposisi kepemilikan yang tetap lebih besar dibanding perusahaan lokal.
Kendati belum disampaikan perusahaan lokal yang akan bergabung, Adhi memaparkan, pabrik tersebut akan memiliki kapasitas produksi hingga 10.000 ton cane per day (tcd).
Pabrik yang direncanakan akan menggunakan tebu petani lokal tersebut akan memproduksi raw sugar (bahan baku gula rafinasi), Gula Kristal Putih (GKP) dan Gula Kristal Rafinasi (GKR) yang dapat memenuhi kebutuhan gula dalam negeri.
Pada kesempatan itu, Adhi menyampaikan pelaku usaha dalam negeri menyambut baik rencana pembangunan pabrik gula itu untuk mengurangi ketergantungan impor bahan baku gula rafinasi untuk industri.
"Kita tahu kita tidak bisa seterusnya bergantung dengan impor gula rafinasi, jadi kami menyambut baik," ujar Adhi.(ANT)
Masuk tirto.id





























