Menuju konten utama

Inaco Gandeng Dua Perusahaan Jepang Investasi Rp75 Miliar

Lewat kerja sama ini, nantinya NPS akan memproduksi makanan halal berupa jeli buah dalam kemasan cup.

Inaco Gandeng Dua Perusahaan Jepang Investasi Rp75 Miliar
Perusahaan makanan dan minuman dalam negeri PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS) menjalin kerja sama dengan dua perusahaan asal Jepang, Tarami Corporation dan Kawasho Foods Corporation dalam konferensi pers di Kompleks Kemenperin, Selasa (1/7/2025). Tirto.id/Nanda Aria Putra

tirto.id -

Perusahaan makanan dan minuman dalam negeri PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS) menjalin kerja sama dengan dua perusahaan asal Jepang, Tarami Corporation dan Kawasho Foods Corporation. NPS adalah produsen agar agar serta produk nata de coco dengan merek Inaco.

Presiden Direktur NPS Adhi S. Lukman mengungkapkan, lewat kolaborasi ini nantinya NPS akan memproduksi makanan halal berupa jeli buah dalam kemasan cup dengan standar tinggi setara dengan standar produksi di Jepang.

Adapun, nilai total investasinya mencapai Rp75 miliar, dengan memanfaatkan investasi yang ada pada PT NPS sebesar Rp60 miliar dan tambahan dari kedua mitranya sebesar Rp15 miliar.

“Investasi ini akan bertambah seiring dengan pengembangan proyek ini. Selain dalam bentuk transfer teknologi, investasi juga dilakukan dalam pengembangan human capital,” katanya dalam konferensi pers di Kompleks Kemenperin, Selasa (1/7/2025).

Adhi menjelaskan, saat ini target market produksi makanan kemasan ini adalah pasar halal global, dan belum di jual di dalam negeri. Adapun, saat ini ekspor produk makanan dan minuman ini telah menyasar 10 negara dengan nilai order awal sebesar 1,3 juta dolar AS

Ia merinci, 10 negara yang menjadi target ekspor saat ini adalah Thailand, Taiwan, AS, Malaysia, Singapura, Hongkong, Macau, Vietnam, UK, dan Australia.

Sementara itu, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengapresiasi kerja sama yang dijalin ketiganya. Menurutnya kerja sama ini dapat menjadi katalis dalam meningkatkan perekonomian nasional.

“Kami meyakini bahwa industri halal, khususnya di sektor makanan dan minuman, memiliki kekuatan untuk mendominasi pasar internasional. Hal ini tentunya akan turut menopang pertumbuhan ekonomi dan program transformasi industri nasional,” ujarnya.

Baca juga artikel terkait INVESTASI atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana