Menuju konten utama

Apakah Kerokan Membatalkan Puasa? Simak Hukumnya

Apakah kerokan membatalkan puasa? Berikut penjelasan tentang hukum kerokan saat puasa dan penyebab masuk angin.

Apakah Kerokan Membatalkan Puasa? Simak Hukumnya
Ilustrasi anak demam dan mengalami gejala masuk angin. Adapun masyarakat Indonesia yang mengalami masuk angin kerap dikerok. Lantas, apakah kerokan membatalkan puasa? foto/IStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Saat puasa, seorang muslim wajib menahan lapar, haus, dan hal-hal lain yang membatalkannya sejak subuh hingga magrib. Hal tersebut berpotensi membuat seseorang masuk angin saat puasa, terutama apabila kondisi imun lemah.

Apakah kerokan membatalkan puasa? Pasalnya, menjaga kondisi tubuh tetap prima merupakan hal yang penting agar ibadah puasa berjalan lancar. Tubuh yang tidak prima dan perubahan cuaca ekstrem dapat meningkatkan risiko masuk angin saat puasa.

Dalam dunia medis, masuk angin disebut sebagai flu atau common cold. Gejala masuk angin dapat bervariasi tergantung pada jenis infeksinya, mulai dari demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri otot, atau kelelahan.

Penyebab Masuk Angin Saat Puasa

Pada dasarnya, masuk angin merupakan istilah umum untuk menggambarkan gejala masalah kesehatan seperti pegal-pegal, meriang, sakit kepala, dan mual. Semua orang bisa mengalami hal-hal tersebut tanpa memandang usia.

Oleh karena itu, kondisi masuk angin saat puasa juga merupakan hal yang lumrah terjadi. Adapun hal yang menyebabkan masuk angin saat ibadah puasa meliputi penjelasan berikut.

1. Lemahnya Sistem Kekebalan Tubuh Lemah

Umat muslim dapat mengalami masuk angin saat puasa karena lemahnya sistem kekebalan tubuh. Hal ini membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi virus dan bakteri, khususnya yang menjadi penyebab utama masuk angin.

Adapun faktor-faktor yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh antara lain:

  • Kurang tidur dapat mengganggu produksi sel darah putih yang berperan melawan infeksi.
  • Stres kronis dapat menekan sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh lebih sulit melawan penyakit.
  • Kurangnya asupan vitamin dan mineral penting dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Vitamin D, C, E, dan A memiliki peran penting dalam menjaga daya tahan tubuh. Kekurangan vitamin-vitamin ini dapat melemahkan daya tahan tubuh sehingga meningkatkan risiko masuk angin saat puasa.

2. Perubahan Cuaca

Perubahan cuaca secara ekstrem dapat meningkatkan risiko masuk angin saat puasa. Sebut saja paparan cuaca dingin yang bisa menyebabkan tubuh seorang muslim kedinginan.

Perubahan tersebut dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, seseorang akan lebih rentan mengalami atau terkena infeksi virus maupun bakteri penyebab masuk angin.

3. Infeksi Virus atau Bakteri

Infeksi virus dan bakteri dapat menjadi salah satu penyebab seseorang masuk angin. Beberapa contoh kasus infeksi virus yang menyebabkan individu masuk angin sebagai berikut.

  • Virus influenza: menyebabkan gejala seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan nyeri otot.
  • Virus rhinovirus: menyebabkan gejala seperti pilek, bersin, dan sakit tenggorokan.

Apakah saat Puasa Boleh Kerokan?

Kendati bukan istilah medis, Kementerian Kesehatan mengakui kerokan sebagai upaya memberikan rangsangan pada kulit untuk meningkatkan temperatur dan energi di area yang dikerok.

Ketika dikerok, kulit yang memerah kerap diinterpretasikan sebagai tanda angin telah keluar. Dari sudut pandang medis, kemerahan tersebut menandakan pelebaran pembuluh darah kapiler di bawah permukaan kulit.

Pelebaran ini meningkatkan aliran darah di area yang dikerok, lalu membantu meningkatkan metabolisme tubuh. Di samping itu, kerokan juga memicu pelepasan hormon endorfin yang memberikan efek nyaman pada tubuh.

Sejak lama, masyarakat Indonesia sudah mengenal kerokan sebagai metode alternatif untuk mengatasi masuk angin saat puasa. Lantas, apakah kerokan saat puasa diperbolehkan dalam hukum Islam?

Pada dasarnya, ajaran Islam tidak melarang kerokan saat berpuasa. Kerokan tidak termasuk dalam hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, muntah dengan sengaja, dan berhubungan intim.

Tentang Hukum Kerokan saat Puasa

Kerokan adalah metode pengobatan tradisional untuk meredakan gejala masuk angin saat puasa. Salah satu manfaat utama kerokan adalah meningkatkan aliran darah ke jaringan.

Koin atau benda pipih lain yang menggores tubuh akan melebarkan pembuluh darah tepi (vasodilasi) di kerokan. Hal ini memungkinkan lebih banyak darah mengalir ke jaringan sehingga membawa oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk pemulihan.

Dalam Islam, apakah dikerok membatalkan puasa? Kerokan tidak termasuk dalam kategori yang membatalkan puasa. Pasalnya, kerokan bukan perkara memasukkan sesuatu ke dalam perut atau melalui beberapa lubang yang dapat membatalkan puasa, seperti mulut, hidung, telinga, dan lubang pembuangan.

Perkara-perkara yang membatalkan puasa adalah memasukkan sesuatu ke dalam beberapa lubang tubuh, baik berupa makanan, minuman, obat, maupun benda lainnya. Kerokan tidak menyebabkan puasa batal karena hanya dilakukan pada permukaan kulit.

Demikian penjelasan mengenai apakah kerokan membatalkan puasa atau tidak. Semoga keterangan hukum kerokan saat pusa ini dapat menjawab pertanyaan muslimin dan muslimat sehingga bisa berpuasa dengan sempurna.

Ingin membaca lebih banyak informasi mengenai puasa Ramadhan dan berbagai ibadah sunah selama bulan suci? Pastikan untuk terus mengikuti artikel terbaru tentang Ramadhan di sini.

Informasi Ramadhan Terbaru

Baca juga artikel terkait RAMADHAN 2026 atau tulisan lainnya dari Ruhma Syifwatul Jinan

tirto.id - Edusains
Kontributor: Ruhma Syifwatul Jinan
Penulis: Ruhma Syifwatul Jinan
Editor: Fadli Nasrudin
Penyelaras: Yuda Prinada