Menuju konten utama

Hoaks, Video Rombongan Bus ke DPR RI untuk Demo 27 Agustus 2026

Video tersebut adalah dokumentasi kegiatan Ngabuburit On The Road (NOTR) di Yogyakarta pada Maret 2026 & tidak berkaitan dengan aksi unjuk rasa ke Jakarta.

Hoaks, Video Rombongan Bus ke DPR RI untuk Demo 27 Agustus 2026
Periksa fakta Demo 27 Agustus. foto/Hotline periksa fakta tirto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Beredar di media sosial lintas platform, video menampilkan antrian bus yang diklaim menuju gedung DPR pada 27 Agustus 2026 karena rakyat akan menguasai gedung DPR RI untuk mengesahkan undang-undang hukuman mati dan miskinkan koruptor.

Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook “Agustine Nur Adriani” (arsip) pada Senin (24/8/2026). Dalam unggahan tersebut memperlihatkan antrian bus melaju di jalan yang ramai dengan tebing dan jalan menanjak serta adanya kerumunan masyarakat.

“Kami siap Menuju DPR RI KEDAULATAN DI TANGAN RAKYAT 27 AGUSTUS 2026. Rakyat akan menguasai Gedung DPR RI Untuk Mensahkan UU Hukuman Mati Dan Miskinkan Koruptor.” Begitu narasi tertulis dalam video.

Pengunggah juga menuliskan keterangan dalam video tersebut, “Demo akbar gaess pada tanggal 27 Agustus 2026 dari berbagai wilayah di Indonesia, sebagian sudah berdatangan memasuki Jakarta diantaranya dari wilayah Pati ( jateng ), Jatim, Bogor, Bandung, Tasikmalaya, ada info hari ini sdh datang juga rombongan dari surabaya, solo, jogya kediri, banyuwangi,cirebon, sumatera,bengkulu, Aceh, kab. Kuningan, kab.tegal....di perkirakan jakarta akan di padati jutaan pendemo dari berbagai wilayah, bahkan dari bali sedang dalam perjalanan,dll. Sebagian yg lain sudah di wilayah Senayan gedung DPR/ MPR RI Jakarta. Di himbau masyarakat untuk tidak menyerang chindo karena tujuan utama pendemo adalah menguasai gedung DPR / MPR RI. Jakarta.

Tuntutan rakyat adalah pengesahan RUU perampasan aset koruptor, dan hukuman mati bagi para koruptor.

(Yang jelas para koruptor di gedung DPR/ MPR RI, dan juga para pejabat koruptor sudah kejang - kejang panas dingin , ancaman di Nepalkan rakyat sudah di depan mata 😂 )

Nb ; ada info para pendemo sudah menyimpan data dan alamat jelas para koruptor.bahkan jalur yg akan ditempuh kendaraan, bisa jadi demo akbar ini akan lebih mengerikan dari tragedi tahun ' 98 gaess.....para pendemo banyak yg membawa mesin las gaess...😂

Sampai artikel ini ditulis pada Rabu (26/8/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 10 ribu tanda suka, 1,2 ribu komentar, dan 758 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi dengan reaksi dukungan masyarakat terhadap aksi tersebut.

Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun lintas platform, yaitu pada akun Instagram @aabo.utsaa, @rinioktavianti77, akun Facebook “Kaba Ajo Piaman,” TikTok @dewifortuna_official, akun X @NHenry29864, @AraituLaki, yang menyebarkan video serupa terkait rombongan bus menuju gedung DPR RI untuk mengesahkan UU hukuman mati dan miskinkan koruptor. Video tersebut juga mendapatkan banyak perhatian dari warganet.

Lantas, benarkah rombongan bus tersebut menuju DPR RI untuk mengesahkan UU hukuman mati dan memiskinkan koruptor pada 27 Agustus 2026?

Periksa fakta Demo 27 Agustus

Periksa fakta Demo 27 Agustus. foto/Hotine periksa fakta tirto

Penelusuran Fakta

Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya, video rombongan bus tersebut merupakan dokumentasi lama acara Ngabuburit On The Road / NOTR bus mania di Yogyakarta yang tidak ada kaitannya dengan aksi unjuk rasa ke Jakarta.

Dalam akun TikTok @phetjze memperlihatkan video yang mirip dengan video yang diunggah di akun Facebook ini. Video di akun TikTok @phetize tersebut memperlihatkan rombongan bus dengan tebing dan jalan menanjak seperti pada video di unggahan yang beredar tersebut.

Video yang diunggah pada 8 Maret 2026 itu adalah dokumentasi kegiatan Ngabuburit On The Road Jogja 2026 yang diikuti ratusan bus di Yogyakarta pada 7 Maret 2026.

Sebagai informasi, Ngabuburit On The Road (NOTR) yang dilaksanakan oleh komunitas busmania ke Yogyakarta pada Maret 2026 merupakan kegiatan konvoi dan darmawisata bus besar-besaran yang dihadiri ratusan armada bus pariwisata dari berbagai daerah.

Dari video asli tersebut diketahui bahwa video tersebut merupakan rekaman bus-bus yang mengikuti acara Ngabuburit On The Road (NOTR) di Yogyakarta pada 7 Maret 2026.

Dengan beberapa ciri identik yaitu, terlihat dalam video laki-laki berbaju putih dengan topi merah, kerumunan warga, keadaan jalan dengan pepohonan rindang yang menjadi latar belakang dan berada di samping jalan raya, adanya rambu-rambu dan barisan tiang yang dipasang, tampak identik dengan video yang beredar.

Dari penelusuran Tirto, diketahui bahwa lokasi tersebut berada di Jalan Baru Sambirejo, Prambanan, Sleman ke Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta. Hal itu bisa dilihat dari unggahan akun TikTok berikut ini yang lokasinya tampak sangat mirip dengan video dalam unggahan.

Lebih lanjut, laporan Tirto menyebutkan, selain gerakan warga Pati bersatu, sejumlah kelompok yang berencana ikut dalam aksi 27 Agustus, membawa agenda pemberantasan korupsi, transparansi, serta pengusutan dugaan penyimpangan pengelolaan dana di tingkat daerah.

Beberapa informasi seputar aksi demo yang rencananya akan dilangsungkan pada Kamis, 27 Agustus 2026 di depan Gedung DPR/MPR RI Jalan Jenderal Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat, di antaranya adalah:

1. Forum Studi Ilmu Hukum - Universitas Terbuka

Waktu: 10.00 WIB – menang

Aksi: Gedung DPR RI

Dress code: Sopan dan almamater

2. Forum Keluarga Mahasiswa Bogor

Waktu: 13.00 WIB – merdeka

Lokasi: Gedung DPR RI

3. Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Mulai keberangkatan: 20 Agustus 2026.

Waktu: 27 Agustus 2026

Lokasi: Gedung DPR RI

Kepada wartawan, Kainduk PJR Tol Cikampek, Kompol Sandy Titah mengungkap situasi lalu lintas di jalan tol yang mengarah ke Jakarta menjelang rencana aksi demonstrasi pada 27 Agustus 2026. Hingga siang ini, dipastikan tidak ada peningkatan arus lalu lintas kendaraan pribadi maupun bus menuju Jakarta.

Kami memantau secara langsung arus lalu lintas di ruas tol dan tidak terlihat rangkaian bus tersebut. Sampai sekarang masih kondusif, cenderung ramai lancar,” ungkap Kompol Sandy Titah, Rabu (26/8/2026).

Sandy memastikan tidak ada aktivitas pergerakan massa sebagaimana yang beredar di media sosial. Dia juga memastikan beberapa video yang memperlihatkan banyaknya bus masuk ke Jakarta dan diklaim sebagai rombongan massa demonstrasi besok merupakan informasi yang tidak benar alias hoaks.

Video-video yang beredar, kata Sandy, merupakan unggahan lama yang dipublikasikan kembali. Bahkan, beberapa cuplikan diketahui merupakan rombongan bus pariwisata yang melakukan kegiatan lain. Ada pula video demonstrasi buruh nasional pada tahun-tahun sebelumnya yang tidak terkait dengan aksi massa besok.

Cenderung aktivitas masyarakat menuju kantor normal. Kalau kemarin masyarakat yang libur wisata, liburan nasional, kalau hari ini lalu lintas normal saja, aktivitas seperti biasa, tidak ada yang menonjol. Demikian," tutur Sandy.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyebut adanya konvoi ratusan bus menuju Gedung DPR/MPR RI pada 27 Agustus 2026 untuk mengesahkan UU hukuman mati dan memiskinkan koruptor adalah salah dan menyesatkan (false & misleading).

Video yang digunakan merupakan dokumentasi lama kegiatan Ngabuburit On The Road (NOTR) di Yogyakarta pada Maret 2026 dan tidak berkaitan dengan aksi unjuk rasa ke Jakarta.

Memang terdapat sejumlah kelompok yang berencana menggelar aksi pada 27 Agustus 2026, tetapi tidak ada bukti yang mendukung klaim bahwa jutaan orang atau ratusan bus dari berbagai daerah bergerak menuju Gedung DPR/MPR RI, sebagaimana dinarasikan dalam unggahan tersebut.

Kainduk PJR Tol Cikampek, Kompol Sandy Titah juga menegaskan, video-video yang beredar merupakan unggahan lama yang dipublikasikan kembali. Bahkan, beberapa cuplikan diketahui merupakan rombongan bus pariwisata yang melakukan kegiatan lain, yang tidak terkait dengan aksi massa yang rencananya akan digelar pada 27 Agustus 2026.

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

Baca juga artikel terkait PERIKSA FAKTA POLITIK atau tulisan lainnya dari Tim Riset Tirto

tirto.id - Periksa Fakta
Penulis: Tim Riset Tirto
Editor: Tim Riset Tirto