tirto.id - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, terpantau keluar dari Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih, Jakarta, Jumat (1/8/2025) pagi.
Menurut pantauan Tirto, Hasto keluar dengan tangan memakai borgol sekitar pukul 09.04 WIB dengan mengenakan rompi tahanan. Dengan membawa tas hitam, politisi itu disambut oleh dua orang perempuan yang diduga merupakan keluarganya.
Hasto sempat memeluk perempuan berbaju oranye sebelum akhirnya masuk ke mobil tahanan berwarna hitam. Mobil itu kemudian meninggalkan Gedung Merah Putih KPK.
Dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan keluarnya Hasto dari rutan bertujuan untuk berobat. Akan tetapi, dia tak menjelaskan lebih lanjut tujuan dari politisi itu.
"Berobat," kata Budi saat dihubungi wartawan pada Jumat (1/8/2025).
"Kegiatan berobat sudah diagendakan jauh hari sebelumnya, dan telah mendapat penetapan dari pengadilan," sambungnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengumumkan pemberian abolisi bagi Thomas Trikasih Lembong atau Tom lembong. Hal itu tertuang dalam surat permohonan konsultasi nomor Pres/R43/Pres-07/2025 yang dilayangkan oleh Presiden Prabowo Subianto kepada DPR RI.
"Tentang pemberian abolisi terhadap Saudara Tom Lembong," kata Sufmi Dasco Ahmad dalam konferensi di DPR RI, Kamis (31/7/2025).
Dasco juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo mengajukan permohonan amnesti untuk Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto kepada DPR RI.
"Terhadap 1.116 orang yang telah terpidana diberikan amnesti termasuk Saudara Hasto Kristiyanto," katanya.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Anggun P Situmorang
Masuk tirto.id


































