Menuju konten utama

Hari Anak Sedunia 20 November 2020 & Dampak Covid-19 pada Hak Anak

Hari Anak Sedunia pada 20 November 2020 kembali diperingati untuk mengkampanyekan hak-hak anak terutama di tengah pandemi Covid-19.

Hari Anak Sedunia 20 November 2020 & Dampak Covid-19 pada Hak Anak
Ilustrasi Anak-anak. ANTARA FOTO/REUTERS/Bassam Khabieh

tirto.id - Dunia memperingati Hari Anak setiap tanggal 20 November. Peringatan tahun ini sedikit berbeda karena pandemi Covid-19 yang mewabah di semua negara di dunia.

Hari Anak Sedunia 2020 mengusung tema "a day to reimagine a better future for every child," sebuah kalimat untuk kembali mengkampanyekan cita-cita dan harapan akan masa depan yang baik untuk anak di seluruh dunia.

“Sepanjang pandemi Covid-19, ada mitos yang terus berlanjut bahwa anak-anak hampir tidak terpengaruh oleh penyakit tersebut, ”kata Henrietta Fore, Direktur Eksekutif UNICEF.

“Meskipun anak-anak bisa sakit dan menyebarkan penyakit, ini hanyalah puncak gunung es pandemi. Gangguan pada layanan utama dan melonjaknya angka kemiskinan merupakan ancaman terbesar bagi anak-anak," lanjutnya.

"Semakin lama krisis berlangsung, semakin dalam dampaknya pada pendidikan, kesehatan, gizi dan kesejahteraan anak-anak. Masa depan seluruh generasi pun terancam."

Beberapa hari menjelang Hari Anak Sedunia, UNICEF merilis laporan bertajuk Averting a Lost COVID Generation, laporan pertama UNICEF yang ditulis secara komprehensif dan menguraikan konsekuensi yang mengerikan bagi anak-anak jika pandemi berlarut-larut.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun gejala di antara anak-anak yang terinfeksi Covid-19 tetap ringan, tetapi dampak jangka panjang pada pendidikan, gizi dan kesejahteraan seluruh generasi anak-anak dan remaja dapat mengubah hidup anak-anak.

Laporan tersebut menunjukkan pada 3 November, di 87 negara, anak-anak dan remaja di bawah usia 20 tahun menyumbang 1 dari 9 infeksi Covid-19, atau 11 persen dari 25,7 juta infeksi yang dilaporkan di dunia.

Berikut data UNICEF di 140 negara terkait dampak pandemi Covid-19 yang berlarut-larut terhadap anak-anak:

Pertama, sekitar sepertiga dari negara yang dianalisis mengalami penurunan setidaknya 10 persen dalam cakupan layanan kesehatan seperti vaksinasi rutin, perawatan rawat jalan untuk penyakit menular anak, dan layanan kesehatan ibu. Ketakutan akan infeksi adalah alasan yang menonjol.

Kedua, terjadi penurunan 40 persen dalam cakupan layanan gizi untuk perempuan dan anak di 135 negara. Hingga Oktober 2020, 265 juta anak melewatkan school meal. Lebih dari 250 juta anak di bawah usia 5 tahun tak mendapatkan manfaat perlindungan jiwa dari program suplementasi vitamin A.

Ketiga, 65 negara melaporkan penurunan home visit oleh pekerja sosial pada September 2020, dibandingkan dengan waktu yang sama tahun lalu.

Keempat, pada November 2020, 572 juta siswa terdampak akibat penutupan sekolah di 30 negara -33 persen dari siswa yang terdaftar di seluruh dunia.

Kelima, diperkirakan terjadi tambahan 2 juta kematian anak dan 200.000 kematian pada bayi yang baru lahir selama periode 12 bulan akibat gangguan layanan kesehatan dan meningkatnya malnutrisi.

Keenam 6 hingga 7 juta anak di bawah usia 5 tahun diperkirakan malnutrisi akut pada tahun 2020, peningkatan sebesar 14 persen yang berarti lebih dari 10.000 kematian anak tambahan per bulan - kebanyakan di sub-Sahara Afrika dan Asia Selatan.

Terakhir, secara global, jumlah anak yang hidup dalam kemiskinan - tanpa akses ke pendidikan, kesehatan, perumahan, gizi, sanitasi, atau air - diperkirakan meningkat sebesar 15 persen, atau tambahan 150 juta anak pada pertengahan tahun 2020.

Untuk merespons hal ini UNICEF menyerukan kepada pemerintah untuk:

- Pastikan semua anak mendapat akses belajar, termasuk dengan menutup kesenjangan digital;

- Menjamin akses ke nutrisi dan layanan kesehatan dan membuat vaksin terjangkau dan tersedia untuk setiap anak;

- Dukung dan lindungi kesehatan mental anak-anak dan remaja dan akhiri pelecehan, kekerasan berbasis gender dan penelantaran di masa kanak-kanak;

- Meningkatkan akses ke air bersih, sanitasi serta mengatasi degradasi lingkungan dan perubahan iklim;

- Menggandakan upaya untuk melindungi dan mendukung anak-anak dan keluarganya yang hidup di tengah konflik, bencana dan pengungsian.

Baca juga artikel terkait HARI ANAK SEDUNIA 2020 atau tulisan lainnya dari Yantina Debora

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Yantina Debora
Editor: Agung DH