Menuju konten utama

Harga Minyak Naik Tipis, Investor Masih Ragu Perdamaian AS-Iran

Harga WTI kemungkinan masih akan bergerak fluktuatif dalam kisaran US$10 di atas atau di bawah level US$80 per barel.

Harga Minyak Naik Tipis, Investor Masih Ragu Perdamaian AS-Iran
Ilustrasi harga minyak. Seorang pejalan kaki memegang payung berjalan melewati pada papan elektronik yang menunjukkan indeks pasar saham dari berbagai negara di luar broker di Tokyo, Jepang, 18 Januari 2016. Indeks Nikkei Jepang menukik ke level terendah satu tahun pada Senin pagi setelah menjual besar -off di Wall Street pada hari Jumat setelah harga minyak anjlok dan ketakutan tumbuh sekitar masalah ekonomi di Cina, mengirimkan semua sektor ke merah. ANTARA FOTO/REUTERS/Yuya Shino
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Harga minyak naik tipis pada awal perdagangan Rabu (17/6/2026), setelah berhasil memangkas sebagian kerugian pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini terjadi karena para investor masih mencermati apakah perang Iran benar-benar akan berakhir dan apakah jalur pelayaran di Selat Hormuz akan kembali dibuka.

Mengutip Reuters, harga kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 47 sen atau 0,6 persen, menjadi US$79,43 per barel. Sedangkan, minyak mentah acuan Amerika Serikat West Texas Intermediate (WTI) menguat 48 sen atau 0,6 persen, ke level US$76,53 per barel pada pukul 00.38 waktu setempat.

Dua acuan harga minyak tersebut anjlok sekitar 5 persen untuk hari kedua berturut-turut pada Selasa (16/6/2026) sehingga menyentuh level terendah dalam tiga bulan terakhir. Penurunan itu dipicu oleh harapan pasar bahwa kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran akan memungkinkan arus pasokan minyak kembali lancar melalui Selat Hormuz.

"Pasar minyak mengalami pelemahan karena adanya ekspektasi bahwa Selat Hormuz akan kembali dibuka setelah tercapainya kesepakatan damai. Namun, para pelaku pasar masih menahan diri untuk melakukan aksi jual lebih lanjut sambil menunggu rincian dari kesepakatan tersebut," kata Kepala Strategi Investasi Nissan Securities Investment—unit usaha dari Nissan Securities, Hiroyuki Kikukawa.

Hiroyuki menambahkan harga minyak mentah WTI kemungkinan masih akan bergerak fluktuatif dalam kisaran US$10 di atas atau di bawah level US$80 per barel.

Sementara itu, rincian mengenai kesepakatan sementara perdamaian AS dan Iran mulai terungkap pada Selasa.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa kesepakatan tersebut akan memastikan Iran tidak dapat mengembangkan senjata nuklir. Di sisi lain, seorang pejabat AS menyebut kesepakatan itu juga akan membuka jalan bagi Iran untuk kembali menjual minyaknya setelah perjanjian resmi ditandatangani.

Meski begitu, nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) tersebut hingga kini belum dipublikasikan sehingga memperpanjang gencatan senjata rapuh yang diumumkan pada April lalu selama 60 hari ke depan.

Namun, perpanjangan dimaksudkan untuk memberi ruang bagi perundingan menuju kesepakatan damai yang bersifat permanen.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, AS akan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Sebagai imbalannya, Teheran akan membuka kembali lalu lintas kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz, yang terhenti sejak serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari.

Meski demikian, para pelaku industri memperingatkan bahwa pemulihan penuh produksi dan kapasitas pengolahan minyak ke tingkat sebelum perang kemungkinan tidak akan berlangsung cepat. Proses tersebut diperkirakan membutuhkan waktu berminggu-minggu, bahkan bisa mencapai beberapa bulan hingga bertahun-tahun.

Hanya saja, sikap Israel yang menjauhkan diri dari gencatan senjata April dan perjanjian terbaru AS-Iran, menambahkan ketidakpastian apakah gencatan senjata baru akan bertahan.

Bahkan, Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan serangan pesawat tak berawak Israel menargetkan tiga kendaraan di Lebanon selatan pada Selasa, menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai beberapa yang lain. Trump lantas mengeluarkan teguran terbuka terhadap taktik militer Israel tersebut.

Baca juga artikel terkait HARGA MINYAK DUNIA atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fadrik Aziz Firdausi