Menuju konten utama

Haflah Al-Falakiyah Tunjukkan Hasil Pendidikan Al-Qur'an

Haflah Tasyakur Khatmil Qur'an Al-Falakiyah menjadi ajang apresiasi capaian santri dalam hafalan Al-Qur'an dan penguasaan kitab kuning.

Haflah Al-Falakiyah Tunjukkan Hasil Pendidikan Al-Qur'an
Ratusan wali santri serta tamu undangan mulai memadati lokasi untuk menghadiri Haflah Tasyakur Khatmil Qur'an 2026.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Suasana khidmat menyelimuti halaman Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Al-Falakiyah, Jalan KH. TB Falak, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Minggu (21/6/2026). Sejak pagi hari, ratusan wali santri serta tamu undangan mulai memadati lokasi untuk menghadiri Haflah Tasyakur Khatmil Qur'an 2026, sebuah momentum penuh syukur yang menjadi puncak perjuangan para santri dalam menempuh pendidikan Al-Qur'an dan ilmu agama.

Acara yang berlangsung sejak pukul 07.00 - 00.00 WIB ini bukan sekadar seremoni wisuda. Lebih dari itu, Haflah Tasyakur menjadi bentuk pertanggungjawaban pondok kepada para wali santri atas amanah pendidikan yang telah diberikan selama setahun. Sebanyak lebih dari 700 orang hadir menyaksikan langsung momen bersejarah tersebut.

Sejak pembukaan, lantunan sholawat dan ayat suci Al-Qur'an menggema memenuhi area pondok. Para santri yang mengenakan busana terbaik mereka tampak duduk rapi bersama keluarga. Di wajah para orang tua terlihat kebahagiaan yang sulit disembunyikan, sementara beberapa di antaranya tak kuasa menahan haru ketika menyaksikan putra-putri mereka bersiap menerima penghargaan atas perjuangan menghafal Kalamullah.

Ketua Pelaksana Haflah Tasyakur, Ridwanullah Fauzi, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian wisuda sebenarnya telah dimulai jauh sebelum hari pelaksanaan.

"Sejak tanggal 6 Juni para santri sudah melaksanakan sima'an hafalan Al-Qur'an sebagai syarat mengikuti prosesi wisuda. Jadi, hari ini merupakan puncak dari seluruh proses yang telah mereka lalui," ujarnya saat diwawancarai.

Ia menjelaskan, rangkaian acara dibagi ke dalam tiga sesi utama. Pada sesi pagi digelar Tasyakur Kelulusan kelas IX dan XII, dilanjutkan dengan Wisuda Tahfiz kategori 5, 10, hingga 20 juz, serta Wisuda Kitab Kuning Metode Amtsilati.

Memasuki sesi siang, kegiatan difokuskan pada Wisuda Qiraati, sementara malam harinya menjadi acara yang paling dinantikan, yakni prosesi Wisuda 30 Juz.

Tahun ini terdapat 21 santri yang berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur'an, terdiri dari 10 santri putra dan 11 santri putri. Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi pondok, mengingat proses menghafal Al-Qur'an membutuhkan perjuangan panjang, kedisiplinan tinggi, serta istiqamah yang tidak mudah dijaga.

Dalam sambutannya, Kepala Yayasan PPHQ Al-Falakiyah, KH. Tubagus Asep Zulfiqor, menegaskan bahwa Haflah Tasyakur merupakan laporan nyata kepada para orang tua mengenai hasil pendidikan yang telah dijalani para santri selama berada di pondok.

"Hari ini yang tampil di atas panggung adalah santri-santri yang berhasil berjuang mengejar target hafalan mereka. Ini adalah bukti nyata hasil belajar mereka selama berada di Al-Falakiyah," ungkapnya.

Menurutnya, menjadi seorang penghafal Al-Qur'an bukanlah perkara mudah. Para santri harus menjalani rutinitas yang penuh kedisiplinan, mulai dari bangun tidur hingga kembali beristirahat, seluruh waktunya diisi dengan belajar, murojaah, ibadah, serta berbagai aktivitas pendidikan lainnya.

Ia juga mengingatkan para wali santri bahwa memiliki anak yang menjadi ahli agama, khususnya penghafal Al-Qur'an, merupakan karunia besar dari Allah SWT.

"Insya Allah kelak anak-anak kita akan memberikan mahkota kemuliaan kepada kedua orang tuanya di surga. Keberkahan juga akan hadir dalam keluarga yang di dalamnya terdapat penuntut ilmu agama dan penghafal Al-Qur'an," tuturnya.

KH. Tubagus Asep menambahkan bahwa keberadaan para santri di Al-Falakiyah bukan semata-mata hasil pilihan orang tua, melainkan petunjuk dan taqdir dari Allah SWT.

Di pondok tersebut, para santri menjalankan program One Day One Page, yakni target minimal menghafal satu halaman Al-Qur'an setiap hari. Namun Al-Falakiyah tidak hanya berfokus pada hafalan Al-Qur'an.

Menurutnya, pondok juga mengembangkan pembelajaran Kitab Kuning melalui metode Amtsilati. Bahkan bagi santri yang mengalami kesulitan dalam menghafal Al-Qur'an, mereka diarahkan untuk lebih mendalami ilmu alat tersebut agar tetap mampu berkembang sesuai potensi yang dimiliki.

"Puluhan santri berhasil menguasai Amtsilati hanya dalam waktu enam bulan. Setelah jenjang Tsanawiyah, baru ditentukan siapa yang lebih difokuskan pada tahfiz dan siapa yang lebih mendalami kitab," jelasnya.

Selain pendidikan agama, Al-Falakiyah juga terus mendorong prestasi akademik maupun nonakademik. Berbagai penghargaan tingkat daerah hingga nasional berhasil diraih para santri, mulai dari bidang akademik, olimpiade, hingga pencak silat yang selama ini menjadi salah satu kebanggaan pondok.

Di akhir sambutannya, KH. Tubagus Asep memberikan pesan mendalam kepada seluruh santri, khususnya para penghafal Al-Qur'an.

"Jagalah hati kalian. Jadilah pribadi yang tawadhu. Akhlak harus selalu dijaga karena di dalam hati kalian tersimpan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Hormati kedua orang tua, muliakan para guru, dan terus istiqamah dalam beribadah kepada Allah SWT." tutupnya.

Apresiasi juga datang dari Ujang Supriyatna, Kepala Subbagian Tata Usaha Kementerian Agama Kota Bogor. Saat sambutan, ia mengaku terkesan dengan sistem pendidikan yang diterapkan Al-Falakiyah karena mampu menggabungkan pendidikan Al-Qur'an dan kitab kuning secara seimbang.

"Saya melihat pondok ini memiliki ciri khas yang luar biasa. Tidak hanya fokus pada Al-Qur'an, tetapi juga kitab kuning. Bahkan tim media pondok juga sangat baik. Kami berharap ke depan bisa berkolaborasi dengan tim media Al-Falakiyah dalam berbagai kegiatan publikasi bersama Kementerian Agama," ujarnya.

Ia optimistis lulusan Al-Falakiyah akan menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi besar bagi masyarakat karena memiliki bekal hafalan Al-Qur'an, penguasaan kitab kuning, serta berbagai keterampilan lainnya.

"Kami juga akan mengenalkan melalui media sosial Kementerian Agama bahwa di tengah Kota Bogor ada pondok pesantren yang memiliki kualitas pendidikan Al-Qur'an dan kitab kuning yang sangat baik." tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Cabang Qiraati Bogor 1, Ustadz Qomaruddin, saat sambutan mengajak seluruh hadirin untuk terus mencintai Al-Qur'an. Menurutnya, keberkahan akan selalu menyertai siapa saja yang dekat dengan Al-Qur'an.

"Para santri di sini mengaji lima waktu bahkan lebih setiap harinya. Ini adalah keberuntungan yang luar biasa. Bersama Al-Qur'an hidup akan menjadi lebih indah dan penuh keberkahan." ungkapnya.

Keunggulan lain Al-Falakiyah juga tampak pada pembelajaran Amtsilati. Pengajar Kitab Kuning, Sulaiman Jamal, menjelaskan bahwa metode tersebut dirancang untuk mempermudah santri memahami ilmu nahwu dan sharaf yang selama ini dikenal cukup sulit.

Pembelajaran terdiri atas enam jilid yang ditargetkan selesai dalam waktu enam bulan. Menurutnya, setiap jilid dipelajari sekitar satu minggu dengan sistem pembelajaran lima kali sehari yang dipadukan antara hafalan dan penyampaian materi.

"Tahun ini ada 50 santri yang mengikuti program Amtsilati, terdiri dari 27 santri putra dan 23 santri putri. Alhamdulillah seluruhnya lulus sesuai standar pusat. Bahkan di tempat lain biasanya membutuhkan waktu hingga satu tahun." ungkapnya.

Ia menjelaskan, setelah menyelesaikan enam jilid Amtsilati, para santri akan diarahkan untuk memperbanyak praktik membaca kitab kuning secara langsung sebagai bentuk penerapan ilmu yang telah dipelajari.

Menjelang malam, suasana semakin emosional ketika prosesi Wisuda 30 Juz dimulai. Satu per satu nama santri dipanggil menuju panggung untuk menerima penghargaan atas perjuangan panjang mereka. Tak sedikit orang tua yang meneteskan air mata, memeluk putra-putrinya dengan penuh rasa syukur setelah menyaksikan perjalanan panjang yang akhirnya berbuah manis.

Tangis haru yang memenuhi lokasi menjadi saksi bahwa menghafal Al-Qur'an bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan hasil dari doa, pengorbanan, kesabaran, serta perjuangan yang dilakukan bersama antara santri, guru, dan keluarga.

Haflah Tasyakur Khatmil Qur'an PPHQ Al-Falakiyah tahun 2026 pun menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi duniawi, tetapi juga dari lahirnya generasi berilmu, berakhlak, dan dekat dengan Al-Qur'an. Di tengah derasnya tantangan zaman, hadirnya para penghafal Al-Qur'an diharapkan mampu menjadi cahaya bagi keluarga, masyarakat, serta bangsa, sekaligus membuktikan bahwa kecintaan terhadap Al-Qur'an akan selalu melahirkan keberkahan sepanjang hayat.

Baca juga artikel terkait SUPPLEMENT CONTENT atau tulisan lainnya dari Tim Media Service

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Tim Media Service