tirto.id - Ketua Umum PBNU, Yahya Staquf mengharapkan masalah pencopotannya yang diputuskan dalam forum pengurus syuriah dan ditandatangani oleh Rais Aam Miftachul Akhyar dapat diselesaikan secara baik.
Menurutnya, jabatan ketua umum di internal PBNU tidak boleh berhenti di tengah jalan masa kepengurusan. Namun seharusnya dilakukan di muktamar yang akan berlangsung dalam waktu dekat.
"Maka misalnya untuk menjamin integritas struktural itu, misalnya ada hal-hal yang tidak boleh diputuskan selain melalui muktamar, supaya lima tahun itu integritas struktural terjaga, karena kalau tidak itu akan berbahaya bagi keseluruhan konstitusi organisasi," kata sosok yang akrab disapa Gus Yahya di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (28/11/2025).
Dia menjelaskan perjalanan kepengurusan PBNU hanya bisa dijalankan oleh Rais Aam dan ketua umum secara bersamaan dan tidak boleh terpisah satu sama lainnya. Oleh karenanya, Gus Yahya berpendapat pencopotannya di tengah kepengurusan dapat mengganggu jalannya organisasi PBNU dan seluruh cabang serta badan otonomnya.
"Bayangkan kalau kemudian tatanan organisasi berupa konstruksi-konstitusi dan regulasi ini benar-benar diabaikan. Rusak semua sampai ke bawah, bahaya sekali. Maka sekali lagi ini harus kita jaga betul ya konstruksi-konstitusi dan regulasi ini," tegasnya.
Gus Yahya menyampaikan bahwa tidak ada jalan lain untuk menyelesaikan masalah kepemimpinan PBNU selain melalui muktamar. Dia meyakinkan kepada publik, bahwa pelaksanaan muktamar akan berlangsung dalam waktu sesegera mungkin.
"Sebagaimana yang saya nyatakan kemarin, bahwa tidak ada jalan keluar selain mari kita kembali bersama-sama untuk menyelenggarakan muktamarnya, jadwalnya. Tidak lama lagi, tidak lama lagi, ini cuma tinggal menyelesaikan sejumlah hal teknis saja, muktamarnya," terangnya.
Menurutnya, semua tuduhan yang dibahas dalam forum pengurus syuriah PBNU beberapa waktu lalu dapat ditangkisnya dengan mudah. Namun dia mensyaratkan untuk bisa dihadirkan dan memberikan klarifikasi langsung kepada Rais Aam, katib aam dan anggota syuriah lainnya.
"Masalahnya, kan, sampai sekarang ya, saya tidak diberi kesempatan untuk memberi penjelasan. Kalau saya punya penjelasan, selesai semua. Tidak ada masalah yang perlu diperuncing dalam soal ini," ungkapnya.
Kemudian, dia juga menanggapi mengenai isu adanya sabotase terhadap surat edaran pencopotan Gus Yahya dari ketua umum. Menurutnya, ketidakabsahan surat edaran yang diedarkan oleh pengurus syuriah karena tidak mendapat stempel digital dari sekretariat PBNU.
Gus Yahya menjelaskan surat tersebut tidak bisa distempel karena menyelisihi sistem konstitusional di PBNU yang kemudian terlacak oleh kecerdasan buatan. Meski demikian, Gus Yahya tidak menjelaskan definisi menyelisihi konstitusional sehingga harus diblokir.
"Maka kemudian kita blok supaya tidak keluar, karena ini soal kredibilitas organisasi seluruhnya," jelasnya.
Penulis: Irfan Amin
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id

































