tirto.id - Grab Indonesia menyatakan dua mitra pengemudi meninggal dunia dan tiga lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat kericuhan dalam gelombang demonstrasi di sejumlah kota.
“Kami menyampaikan keprihatinan dan duka cita mendalam atas berpulangnya almarhum Afan Kurniawan di Jakarta dan almarhum Rusdab Diansah di Makassar,” kata Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi, dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Minggu (31/8/2025).
Adapun tiga mitra yang masih dirawat adalah Umar di RS Pelni Jakarta, Aji di RSUD Tarakan Jakarta, serta Budi Haryadi di RS Primajaya Makassar. “Sampai hari ini, kita sudah ada tiga yang dirawat di rumah sakit,” ujar Neneng.
Neneng menegaskan bahwa Grab Indonesia akan senantiasa menjadikan keselamatan mitra sebagai prioritas utama. Selain itu, perusahaan menyediakan bantuan hukum, santunan, hingga pendampingan psikologis bagi para mitra dan keluarga korban.
Selain itu, Grab meluncurkan program Grab Respon Cepat (GERCEP), kanal darurat yang dapat diakses mitra mulai 2 September 2025 melalui saluran khusus, help center, dan live chat di aplikasi pengemudi.
Dukungan tambahan juga mencakup notifikasi area rawan, pendampingan lapangan, serta kemudahan operasional terkait insentif dan pembatalan order. Grab turut menggandeng merchant melalui fitur Traktir Driver di GrabFood sebagai bentuk dukungan konsumen terhadap mitra pengemudi yang tetap bekerja.
Kkami juga memberikan bentuk dukungan tambahandi mana Grab juga meluncurkan fitur Traktir Driver,yaitu adalah koleksi menu khusus bagi mitra pengemudiyang dapat dibeli oleh konsumen melalui aplikasi GrabFood,” ucap Neneng.
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id


































