tirto.id - Grab Indonesia memperkenalkan fitur unggulan baru “GERCEP” Grab Respon Cepat. Peluncuran fitur itu merupakan inisiatif darurat terpadu, yang dirancang untuk memastikan mitra pengemudi tetap terlindungi di tengah dinamika aksi di berbagai wilayah Indonesia.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Grab untuk melindungi driver sebagai garda terdepan layanan. Grab percaya bahwa di balik setiap helm, setiap mobil, dan setiap perjalanan, ada manusia dengan keluarga, harapan, dan kehidupan yang patut dijaga.
Chief of Public Affairs Grab Indonesia, Tirza R Munusamy, menjelaskan dalam fitur terbaru itu, Grab memberikan dukungan medis, konseling psikologis, bantuan ekonomi, pendampingan langsung di lapangan bagi para driver, dan penghapusan pengurangan poin jika terlambat menjemput orderan.
Fitur ini mencerminkan komitmen bahwa keselamatan dan martabat manusia selalu lebih utama daripada sekadar kelancaran layanan.
"Secara prinsip, kalau misalnya ada disrupsi dalam mengambil order, seperti telat atau agak lama itu (akan) ada peringatan, ada feedback gitu kan, ada delay. Biasanya (keterlambatan itu) akan mempengaruhi (nilai driver). Nah, tapi dalam situasi seperti ini, kami memberikan keringanan operasional. Dalam arti ya tidak diberikan peringatan, tidak diberikan penalti," kata saat berada di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (1/9/2025).
Grab Indonesia juga akan memberikan pemberitahuan kepada customer mengenai waktu yang lebih lama saat memesan orderan. Hal ini berguna untuk membuat driver lebih nyaman dan tidak terburu-buru saat mengambil orderan penumpang.
"Mungkin juga terasa jadinya agak lama, tapi ya kita memberikan pengertian aja kepada pemesan bahwa ya karena situasi, mohon ditunggu, mungkin lebih lama. Jadi kita memberikan pengertian bahwa gak apa-apa (terlambat) karena situasinya lagi kayak gitu," paparnya.
Diketahui, GERCEP akan aktif pada 2 September 2025. GERCEP juga dapat diakses melalui hotline darurat, laman HelpCenter Bantuan Tanggap Darurat di grb.to/gercep, serta layanan LiveChat dengan agen khusus.
Inisiatif ini dirancang agar setiap laporan darurat ditangani lebih cepat, lebih terstruktur, dan memberi ketenangan bahwa Mitra tidak pernah sendirian.
"Kami berkomitmen untuk hadir, tidak hanya saat mitra pengemudi bekerja, tapi juga ketika mereka dan keluarganya mengalami masa sulit. Grab memberikan dukungan nyata jangka panjang agar mitra pengemudi tetap merasa aman dan terlindungi," ungkap Group CEO & CO-Founder Grab, Anthony Tan.
Sebelumnya, Grab telah memiliki Incident Response Team (IRT) dan Satgas (Satuan Tugas), yang difokuskan untuk menangani respon keamanan bagi Mitra Pengemudi. Namun, dalam situasi khusus seperti gelombang aksi ini, Grab menghadirkan kanal tambahan melalui GERCEP agar penanganan darurat dapat dipisahkan dari respon keamanan rutin.
Langkah-langkah dalam inisiatif GERCEP ini menunjukkan bahwa skema kemitraan Grab dengan mitra pengemudi bukan hanya hubungan kerja sama biasa, melainkan ikatan yang saling menjaga.
Grab memahami bahwa keberhasilan layanan hanya mungkin tercapai jika mitra merasa aman, terlindungi, dan didukung penuh. Karena itu, setiap program perlindungan darurat, dukungan kesehatan, hingga bantuan psikologis adalah bagian dari upaya Grab untuk memastikan kesejahteraan mitra selalu menjadi prioritas.
Lebih jauh, semua inisiatif ini juga merupakan wujud nyata dari penggunaan komisi 20 persen yang dikelola Grab. Komisi tersebut tidak hanya untuk mendukung operasional platform, tetapi juga dialokasikan kembali untuk melindungi, mendampingi, serta menjaga keberlanjutan para mitra di lapangan.
“Kami menemukan banyak mitra yang terdampak di berbagai kota akibat situasi ini. Kehadiran hotline khusus dan dukungan tambahan lain yang kami siapkan diharapkan dapat memberikan rasa tenang sekaligus memastikan mereka mendapatkan akses bantuan yang cepat dan menyeluruh. Kami ingin mitra merasakan bahwa Grab selalu ada untuk mereka, terutama di saat-saat sulit seperti ini,” jelas Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi.
Penulis: Natania Longdong
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id






































