Film My Stupid Boss 2 Tembus 1,2 Juta Penonton Sampai 8 April 2019

Oleh: Sirojul Khafid - 8 April 2019
My Stupid Boss 2 menempati posisi ketiga film terlaris tahun 2019
tirto.id - My Stupid Boss 2 berhasil mendapatkan 1.260.522 penonton sejak rilis tanggal 28 Maret 2019 atau 11 hari penayangan.

Menurut laman Film Indonesia, perolehan tersebut membuat film yang disutradarai oleh Upi Avianto ini menempati posisi ketiga film terlaris tahun ini. Posisi pertama dan kedua ditempati Dilan 1991 dengan 5.252.422 penonton dan Keluarga Cemara dengan 1.701.498 penonton.

Pada film pertama yang dirilis tahun 2016, My Stupid Boss berhasil mendapatkan 3.052.657 penonton.

Pada film pertama, Diana (Bunga Citra Lestari) harus pindah ke Malaysia karena tugas suami. Untuk mendapatkan tambahan kegiatan dan keuangan, Diana bekerja di perusahaan sahabat suaminya yang biasa dipanggil Bossman (Reza Rahardian). Perusahaan tersebut tidak ada aturan dan sistem yang jelas. Hal itulah yang sering membuat kekacauan. Bossman juga sering membuat ulah yang membuat geram para karyawannya. Tapi apa daya, ada semboyan bahwa Boss selalu benar.

Pada film kedua My Stupid Boss 2 ini, perusahaan Bossman sedang kekurangan pegawai. Maka Bossman, Diana, Mr. Kho (Kin Wah Chew) dan Adrian (Bront Palarae) ke Vietnam mencari karyawan baru. Bukan hanya karyawan, tapi masalah yang datang silih berganti mereka dapatkan di Vietnam. Dan lagi-lagi, Bossman lah yang menjadi biang keroknya.

Masalah mulai dari kesepakatan gaji calon karyawan yang dilanggar, para calon karyawan yang ngamuk sampai ditangkap polisi. Keadaan di Vietnam tidak berbeda dengan di Malaysia. Norahsikin (Atikah Suhaime) dan Azaharipun (Iskandar Zulkarnain) yang bertugas mengelola perusahaan selama ditinggal Bossman disandera oleh gangster. Para gangster menuntuk Bossman untuk melunasi hutangnya. Apabila tidak dilunasi, maka mereka tidak akan melepaskan sanderanya.


Baca juga artikel terkait FILM INDONESIA atau tulisan menarik lainnya Sirojul Khafid
(tirto.id - Film)

Penulis: Sirojul Khafid
Editor: Yulaika Ramadhani
DarkLight