tirto.id - Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri memastikan ledakan keras yang mengguncang Jalan Talas II, Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (12/9/2025) pagi, berasal dari kebocoran gas elpiji. Kebocoran ini memicu percikan api di ruang tertutup.
Komandan Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Metro Jaya, Kompol Nofriansyah, menjelaskan dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), tim menemukan sejumlah bukti yang menguatkan dugaan kebocoran gas.
"Regulator gas dalam kondisi rusak dan dililit isolasi hitam, tabung gas ukuran 12 kilogram kosong, serta tuas kompor berada pada posisi menyala," ungkap Nofriansyah dalam keterangannya, dikutip Sabtu (13/9/2025).
Ledakan terjadi akibat akumulasi gas elpiji yang terperangkap di ruang tertutup dan terpicu percikan api. Tekanan gas inilah yang menimbulkan dentuman keras hingga merusak bangunan sekitar.
"Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan residu bahan peledak, sehingga dipastikan bukan ledakan bom,” jelasnya.
84 Warga Terdampak, 13 Rumah Rusak
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel melaporkan sedikitnya 16 kepala keluarga dengan total 84 jiwa terdampak akibat ledakan tersebut. Tiga rumah roboh, empat rumah mengalami rusak sedang, dan enam rumah lainnya rusak ringan.
Sebagian warga terpaksa mengungsi ke Mushola Daarun Naim yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kejadian.
“Kebutuhan mendesak di posko pengungsian antara lain matras, selimut, terpal, air mineral, logistik sembako, tambahan gizi, serta layanan pemeriksaan kesehatan,” kata Dian Wiryawan, Danton Penanggulangan Bencana BPBD Tangsel.
Selain kerugian material, ledakan juga menyebabkan tujuh warga luka-luka, termasuk seorang balita dan seorang ibu hamil. Sebagian besar korban terluka akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
“Alhamdulillah kondisi korban baik, termasuk balita yang sempat dilaporkan jadi korban. Mereka sudah dipulangkan dengan status rawat jalan,” ujar Dian.
Tak Ada Korban Jiwa
Kapolres Tangsel AKBP, Viktor Inkiriwang menegaskan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Polisi bersama TNI, pemerintah kecamatan, dan perangkat lingkungan langsung mengevakuasi korban, memasang garis polisi, serta memadamkan listrik sementara untuk mencegah korsleting susulan.
“Kami bekerjasama dengan masyarakat, camat, dan pengurus lingkungan. Korban sudah dievakuasi, TKP sudah diamankan dan disterilkan. Saat ini situasi terkendali,” ungkap Viktor.
Ledakan pada Jumat subuh itu sempat membuat warga panik. Banyak yang mengira getaran sebelum dentuman keras sebagai gempa bumi.
“Sekitar jam lima lebih rasanya kayak gempa. Enggak lama ada suara ‘dung’ keras banget. Genteng rumah sampai berjatuhan,” kata Susi, warga sekitar.
Ia menambahkan, kepanikan makin bertambah ketika melihat korban luka termasuk anak kecil dan ibu hamil. “Korban ada tujuh orang, termasuk balita dan ibu hamil. Dentumannya kenceng sekali, kayak rumah diguncang,” ujarnya.
=====
Tangsel_Update adalah akun IG City Info yang merupakan bagian dari #KolaborasiJangkarByTirto.
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id


































