Menuju konten utama

Erupsi Gunung Dukono: 3 Tewas Termasuk 2 Pendaki Asal Singapura

Tim SAR gabungan masih berupaya mengevakuasi jenazah di tengah ancaman letusan susulan Gunung Dukono.

Erupsi Gunung Dukono: 3 Tewas Termasuk 2 Pendaki Asal Singapura
Kolom abu vulkanik membumbung keluar dari kawah Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Maluku Utara, Senin (18/3/2024). FOTO/PVMBG

tirto.id - Tragedi melanda kawasan wisata pendakian di Maluku Utara setelah Gunung Dukono mengalami erupsi dahsyat pada Jumat (8/5/2026) pagi. Sebanyak tiga orang pendaki, termasuk dua warga negara asing (WNA) asal Singapura, dilaporkan meninggal dunia akibat terjebak material vulkanik saat puncak gunung menyemburkan abu setinggi 10.000 meter.

Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, menyatakan bahwa dua dari tiga korban meninggal dunia merupakan warga negara asing (WNA) asal Singapura.

“Iya 3 meninggal dunia, yaitu 2 warga Singapura dan 1 warga lokal kelahiran Jayapura,” kata dia saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (8/5/2026).

Menurut Erlichson, proses evakuasi jenazah masih terkendala karena aktivitas vulkanik susulan masih berlangsung. Jenazah korban pun masih berada di kawasan gunung lantaran Tim SAR Gabungan belum bisa menjangkau lokasi akibat kondisi yang berbahaya.

“Masih dilakukan evakuasi oleh tim gabungan Polres, BPBD, dan Basarnas,” tutur dia.

Disampaikan dia, terdapat total 20 pendaki yang sempat berada di gunung tersebut saat akan terjadinya erupsi. Mereka terdiri dari sembilan WNA dan 11 warga lokal.

“Satu korban hilang, upaya evakuasi masih terkendala masih adanya letusan dari gunung yang membahayakan tim,” ungkap dia.

Diketahui, BNPB menyatakan, berdasarkan informasi sementara yang diperoleh dari koordinasi bersama lintas instansi, termasuk Basarnas, terdapat laporan adanya dua wisatawan yang diduga meninggal dunia akibat insiden di kawasan Gunung Dukono. Namun, informasi tersebut masih dalam proses verifikasi lebih lanjut oleh Basarnas dan pihak terkait.

Sementara itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat adanya aktivitas erupsi di Gunung Dukono, Jumat sekitar pukul 07.41 WIT. PVMBG menyatakan, erupsi Gunung Dukono disertai suara dentuman lemah hingga kuat. Erupsi itu turut terekam pada seismograf dengan amplitudo maximum 34 mm dan durasi 967.56 detik.

"Kolom erupsi yang diamati berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan ketinggian sekitar 10.000 meter di atas puncak," tulis PVMBG dalam keterangan resminya, Jumat.

Baca juga artikel terkait ERUPSI GUNUNG DUKONO atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Siti Fatimah