Menuju konten utama

Erick Thohir: BUMN Sehat Mampu menjadi Penyeimbang Pasar

Erick Thohir mengatakan, BUMN yang sehat akan mampu tampil sebagai penyeimbang pasar melalui berbagai kebijakan intervensi.

Erick Thohir: BUMN Sehat Mampu menjadi Penyeimbang Pasar
FIBA Central Board Member Erick Thohir (kiri) bersama Direktur Eksekutif FIBA Basketball World Cup 2023 David Crocker (kanan) menyampaikan keterangan pers pada Peluncuran Maskot Piala Dunia Bola Basket FIBA 2023 di gedung Sarinah, Jakarta, Sabtu (30/7/2022). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/hp.

tirto.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, BUMN yang sehat akan mampu tampil sebagai penyeimbang pasar melalui berbagai kebijakan intervensi. Salah satunya melalui operasi pasar.

Dia mencontohkan, ketika awal pandemi harga masker beredar di masyarakat menyentuh angka Rp100.000, tetapi BUMN hadir melakukan intervensi dengan menjual harga masker Rp5.000 atau jauh di bawah harga pasar kala itu.

"Hal-hal ini, menyeimbangkan pasar hanya bisa dilakukan kalau BUMN-nya sehat. Kalau BUMN sakit, boro-boro mau intervensi pasar, buat dirinya sendiri saja sulit," ujarnya dikutip Antara, Jakarta, Jumat (19/8/2022).

Erick menuturkan, kondisi kesehatan BUMN menjadi hal yang krusial sebab perusahaan pelat merah yang sehat mampu memberikan dampak besar bagi negara dan masyarakat.

Kementerian BUMN terus berkomitmen melakukan transformasi menyeluruh dalam memperbaiki proses dan fokus bisnis hingga penerapan budaya kerja dengan nilai Akhlak.

Erick meyakini aksi program pembersihan BUMN melalui transformasi bisnis dan sumber daya manusia (SDM) dapat membawa perubahan besar bagi BUMN. Tak hanya mampu mendongkrak kinerja, program transformasi juga menjadi fondasi besar bagi BUMN untuk meminimalisasi praktik korupsi di tubuh perusahaan.

"Korupsi itu bagian yang harus diberantas, walaupun kita menyadari korupsi dari zaman dulu sampai sekarang itu ada, tapi kita harus meminimalisasi korupsi, apalagi korupsi uang rakyat, uang pemerintah, ini sangat menyakitkan," kata Erick.

Lebih lanjut, sejumlah transformasi yang dijalankan Kementerian BUMN mulai dari perampingan jumlah BUMN dan klaster, pembentukan holding sebagai penguatan ekosistem, hingga menutup BUMN yang 'mati suri'.

Erick tidak hanya mendorong perbaikan BUMN, melainkan juga meningkatkan kontribusi terhadap negara dan masyarakat.

"Artinya, kalau BUMN-nya korupsi sehingga tidak sehat, bagaimana bisa menjadi sebuah korporasi yang baik dan bisa menjadi bagian ketika pemerintah mengintervensi dengan kebijakan-kebijakan saat terjadi ketidakseimbangan," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait BUMN

tirto.id - Ekonomi
Sumber: Antara
Editor: Anggun P Situmorang