Menuju konten utama

Dubes Iran untuk Indonesia Tegaskan Selat Hormuz Tidak Ditutup

Boroujerdi menyebut isu mengenai ketakutan terhadap penutupan Selat Hormuz muncul dari AS yang kini mengganggu wilayah Iran.

Dubes Iran untuk Indonesia Tegaskan Selat Hormuz Tidak Ditutup
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi memberikan keterangan pers saat penandatanganan dukungan terhadap Iran di kediaman Duta Besar Iran, Jakarta, Kamis (3/7/2025). Penandatanganan itu sebagai dukungan terhadap rakyat Iran yang menjadi korban atas serangan dan kebiadaban yang dilakukan oleh Israel. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi membantah bila negaranya telah menutup lalu lintas Selat Hormuz akibat perang rudal melawan Amerika Serikat (AS) yang berkoalisi dengan Israel.

"Selat Hormuz tidak ditutup. Selat Hormuz tetap terbuka," kata Boroujerdi di rumah dinasnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, kekhawatiran mengenai penutupan Selat Hormuz seharusnya ditanyakan kepada Pemerintah AS. Boroujerdi menyebut isu mengenai ketakutan terhadap penutupan Selat Hormuz muncul dari AS yang kini mengganggu wilayah Iran.

"Yang khawatir berkaitan dengan penutupan Selat Hormuz harus menanyakan kepada Amerika Serikat yang datang dari jauh sekali ke kawasan Timur Tengah kemudian mengganggu keamanan di Selat Hormuz," ujarnya.

Boroujerdi menegaskan Iran telah menjaga lalu lintas selama ratusan tahun. Oleh karena itu, ia menegaskan tidak boleh ada pihak yang mengganggu salah satu jalur kapal teramai di dunia tersebut.

"Selat Hormuz adalah tempat di mana Iran menyebarluaskan keamanan di sana sejak ratusan tahun yang lalu. Dan kami sampaikan, keamanan di Selat Hormuz untuk semua negara di mana Iran juga termasuk di dalamnya, atau sama sekali tidak boleh ada negara yang memanfaatkan keamanan di sana," terangnya.

Sebelumnya, Selat Hormuz dikabarkan ditutup di tengah situasi memanas di Timur Tengah.

Pernyataan itu disampaikan penasihat senior untuk panglima tertinggi IRGC, Ebrahim Jabari, pada Senin (2/3/2026). Seturut Al Jazeera, Jabarti mengancam kapal-kapal pelintas Selat Hormuz akan dibakar.

"Selat itu ditutup. Jika ada yang mencoba melewatinya, para pahlawan Garda Revolusi dan angkatan laut reguler akan membakar kapal-kapal itu," kata Jabari.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama