tirto.id - Dua orang laki-laki dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun tanah galian di bangunan bekas penggilingan padi, Antapani, Kota Bandung. Mereka meninggal dunia diduga karena upaya mencari harta karun. Korban berinisial MN (26) dan RY (39), keduanya warga Kota Bandung.
Kapolsek Antapani, Kompol Yusuf Tojiri, menjelaskan sebulan sebelum peristiwa itu terjadi, kedua korban sempat menjalani ritual pencarian harta karun. Ritual tersebut dibimbing oleh perempuan berinisial F.
Yusuf menjelaskan F berperan mengarahkan kedua korban mendatangi titik lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian harta karun. Keduanya, kemudian menggali tanah dekat lokasi penggilingan padi.
Kedua korban mengecek salah satu lubang di dekat lokasi, untuk mencari harta karun pada Selasa (4/2/2026), sekira pukul 19.00 WIB. Namun, mereka terpeleset dan tertimbun tanah galiannya.
"Kata si F bahwa di sekitar lokasi tersebut ada harta karun satu peti. Saat masuk ke dalam (galian) dua korban kepleset dan tertimpa tanah," kata Yusuf, dihubungi wartawan, Jumat, (6/2/2026).
Mengetahui suaminya tertimbun tanah, istri dari MN langsung meminta bantuan petugas pemadam kebakaran Kota Bandung. Proses evakuasi berlangsung hingga kedua korban berhasil dikeluarkan dari dalam galian sekitar pukul 01.50 WIB. Namun, nyawa keduanya sudah meninggal dunia.
Pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap perempuan berinisial F, yang diduga terlibat dalam ritual tersebut. Polisi juga terus mendalami kemungkinan adanya unsur pidana dalam kejadian yang menewaskan dua orang tersebut.
"Masih dalam pemeriksaan dan penyelidikan," jelasnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, Soni Bakhtiar, menuturkan galian itu awalnya adalah tempat mesin huller padi dengan volumenya 1.125 meter persegi dan bobot 1.125 kilogram diletakan.
Lantai bangunan di sisi galian mengalami kegagalan struktur, membuat tanah bergerak dan menimbun korban.
"Reruntuhan material beton tersebut jatuh langsung ke dalam lubang dan menimpa Bapak MN dan RY. Di saat bersamaan, material lantai di sisi lain juga ikut roboh dan mengenai Ibu F, akan ibu F berhasil menyelamatkan diri dari reruntuhan tersebut," katanya.
Sony mengatakan proses evakuasi kedua korban berlangsung kurang lebih 6 jam lebih 15 menit. Selama evakuasi, petugas di lapangan menggunakan alat potong beton serta mesin bobok beton untuk mengeluarkan jasad korban dari dalam tanah yang menimbun mereka.
Penulis: Akmal Firmansyah
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id


































