Menuju konten utama

Dirut Pertamina Pastikan Wacana Menghapus Pertalite Masih Kajian

Pertamina berencana meningkatkan kadar oktan Pertalite menjadi RON 92 dengan mencampurkan Ethanol 7 persen sehingga menjadi Pertamax Green 92.

Dirut Pertamina Pastikan Wacana Menghapus Pertalite Masih Kajian
Pengendara motor antre untuk mengisi BBM di SPBU Abdul Muis, Jakarta, Senin (26/3/2018). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

tirto.id - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati memastikan rencana menghapus BBM Subsidi RON 90 atau Pertalite masih menjadi kajian internal dan belum ada keputusan akhir dari pihaknya maupun dari pemerintah.

Menurut Nicke, Pertamina masih mengkaji untuk meningkatkan kadar oktan Pertalite menjadi RON 92 Pertamax. Hal tersebut dilakukan dengan mencampur Pertalite dengan Ethanol 7 persen sehingga menjadi Pertamax Green 92. Kajian ini, kata Nicke masuk dalam Program Langit Biru Tahap 2.

“Program tersebut merupakan hasil kajian internal Pertamina, belum ada keputusan apapun dari pemerintah. Tentu ini akan kami usulkan dan akan kami bahas lebih lanjut,” kata Nicke Widyawati saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Rabu (30/8/2023).

Nicke menambahkan, jika nanti usulan tersebut dapat dibahas dan menjadi program pemerintah, harganya pun tentu akan diatur oleh pemerintah. Alasannya, karena tidak mungkin Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) harganya diserahkan ke pasar karena ada mekanisme subsidi dan kompensasi di dalamnya.

Kajian tersebut menurut Nicke, dilakukan untuk menghasilkan kualitas BBM yang lebih baik, karena bahan bakar dengan kadar oktan yang lebih tinggi tentu akan makin ramah lingkungan.

“Kalau misalnya dengan harga yang sama, tapi masyarakat mendapatkan yang lebih baik, dengan octan number lebih baik, sehingga untuk mesin juga lebih baik, sehingga emisi juga bisa menurun. Namun ini baru usulan sehingga tidak untuk menjadi perdebatan,” jelas Nicke.

Nicke mengatakan jika rencana ini disetujui pemerintah, maka mulai tahun depan Pertamina hanya akan menjual tiga jenis produk bensin yang diklaim ramah lingkungan, yaitu Pertamax Green 92, Pertamax Green 95, dan Pertamax Turbo (RON 98).

"Kami akan keluarkan Pertamax Green 92-Pertalite dicampur etanol jadi 92. Jadi tahun depan 3 produk saja, Pertamax Green 92, 95 dan Turbo. Ini kita yakini dapat berikan manfaat," kata Nicke.

Nicke menegaskan, Program Langit Biru Tahap 2 ini masih merupakan kajian internal di Pertamina. Untuk implementasinya, akan diusulkan kepada pemerintah, dan nantinya akan jadi kewenangan pemerintah untuk memutuskan.

Pertamina sendiri sebagai pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDG’s).

Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.

Baca juga artikel terkait PERTALITE atau tulisan lainnya dari Dwi Aditya Putra

tirto.id - Bisnis
Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Bayu Septianto