Menuju konten utama

Direktur CIA Diam-Diam Lakukan Perjalanan ke Moskow, Ada Apa?

Kepergian Direktur CIA ke Rusia kemungkinan karena hal penting dan mendesak untuk diselesaikan. Beberapa pakar memberikan prediksi. Simak penjelasannya.

Direktur CIA Diam-Diam Lakukan Perjalanan ke Moskow, Ada Apa?
Lobby kantor pusat CIA. FOTO/REUTERS
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Direktur Badan Intelijen Pusat AS (CIA) John Ratcliffe dilaporkan melakukan perjalanan ke Moskow, Rusia, secara diam-diam. Ia disebut telah mendarat di sana pada Selasa (25/8/2026).

Melansir Axios, media CBS di AS merupakan yang pertama melaporkan perjalanan tersebut. Dua pejabat AS yang tak dijelaskan identitasnya menyebut perjalanan diam-diam ini dilakukan Ratcliffe untuk melakukan pembicaraan dengan para pejabat Rusia.

Hingga kini, baik CIA maupun pemerintahan Presiden AS Donald Trump belum memberikan keterangan terkait pertemuan itu. Namun, perjalanan telah dikonfirmasi pihak Ukraina yang kini tengah berperang dengan Rusia.

Ukraina dilaporkan telah diberi tahu AS bahwa delegasi senior AS sedang melakukan perjalanan ke Moskow. Dalam pemberitahuan itu, Ukraina turut diminta untuk menangguhkan serangan sampai delegasi pergi. John Ratcliffe diduga adalah delegasi yang dimaksud.

Sementara itu, menukil BBC, rombongan Ratcliffe diduga telah menggunakan pesawat angkut C-17 untuk pergi ke Moskow. Pesawat tercatat mendarat di Moskow pada Selasa pagi dan pergi kembali pada Selasa sore.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari otoritas AS tentang alasan perjalanan itu dilakukan. Siapa saja yang ditemui Ratcliffe di Moskow juga tak diungkap ke publik.

Perjalanan seorang Direktur CIA ke Moskow disebut sebagai hal yang jarang terjadi. Terakhir kali hal itu terjadi ketika Kepala CIA sebelum Ratcliffe, William Burns, bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada November 2021 atau tiga bulan sebelum pecah Perang Rusia-Ukraina.

Prediksi Masalah yang Dibahas

Menurut seorang pakar Rusia di lembaga think tank AS Yayasan Saratoga, Glenn Howard, perjalanan Direktur CIA ke Moskow biasanya menandai negosiasi yang sedang berlangsung di antara kedua negara. Ia juga menyebut CIA tidak “melakukan perjalanan jauh ke Rusia kecuali itu penting”.

“Direktur CIA tidak pergi ke Moskow kecuali untuk meminta sesuatu,” tutur Howard, dikutip dari RFE/RL.

“Burns pergi ke sana pada November 2021 untuk memperingatkan mereka agar tidak menyerang Ukraina," tambahnya.

Akan tetapi, seiring tak adanya konfirmasi resmi hingga kini, pertemuan itu telah memicu spekulasi tentang sejumlah hal. Direktur senior Pusat Kekuatan Militer dan Politik di Yayasan Pertahanan Demokrasi Bradley Bowman menyebut, setidaknya ada tiga kemungkinan yang melatari pertemuan itu.

Ketiganya adalah perang Rusia-Ukraina, situasi di Iran, atau negosiasi pertukaran tahanan.

Terkait situasi dengan Ukraina, AS sebelumnya telah bertindak sebagai mediator upaya perdamaian dalam perang itu. Namun, upaya AS menghentikan perang ini tak kunjung mencapai terobosan yang meyakinkan.

Sejak tahun 2025 lalu, AS telah berusaha untuk menegosiasikan mengakhiri perang. Namun, seiring tak ada terobosan yang terjadi, upaya tersebut terhenti.

Sementara itu, terkait Iran, AS diperkirakan tengah meminta Rusia untuk berhenti memberikan bantuan militer ke Iran. Hal ini, kata Bowman, termasuk data citra satelit untuk menargetkan pasukan AS.

“Saya harap dia juga akan mengatakan bahwa Vladimir Putin sebaiknya berhenti memberikan bantuan peluncuran satelit kepada Iran," kata Bowman.

Akan tetapi, hal itu agaknya akan sulit tercapai seiring pihak Rusia juga telah menyatakan permintaan serupa ke AS terkait Ukraina. Moskow telah secara terbuka menuduh AS memberikan bantuan militer ke Ukraina untuk menyerang Rusia.

Sedangkan, terkait pertukaran tahanan, CIA sebelumnya telah berperan dalam pertukaran tahanan antara AS dan Rusia dalam beberapa tahun terakhir. Seperti pada 2024 lalu, ketika CIA turut berperan dalam pembebasan reporter Wall Street Journal Evan Gershkovich, jurnalis RFE/RL Alsu Kurmasheva, dan eks marinir AS Paul Whelan. Hal ini membuat peristiwa serupa mungkin saja terjadi pada Selasa lalu.

Baca juga artikel terkait INTELIJEN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar