Menuju konten utama

Dinas ESDM Sebut 60 Persen Kelistrikan di Aceh Masih Padam

ESDM Provinsi Aceh belum bisa memastikan kapan kelistrikan pulih dan normal kembali.

Dinas ESDM Sebut 60 Persen Kelistrikan di Aceh Masih Padam
Petugas PLN dari UID Kalimatan Selatan dan Kalimatan Tengah memperbaiki jaringan listrik di Desa Burni Pase, Kecamatan Permata, Bener Meriah, Aceh, Sabtu (13/12/2025). ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/tom.

tirto.id - Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Aceh menyebutkan 60 persen kelistrikan di provinsi tersebut masih padam akibat banjir bandang dan longsor pada akhir November 2025.

"Informasi yang kami terima dari PLN, listrik yang menyala di Aceh baru 40 persen. Kami juga belum bisa memastikan kapan kelistrikan pulih dan normal kembali," kata Kepala Dinas ESDM Provinsi Aceh, Taufik, di Banda Aceh, Senin (15/12/2025).

Ia menyebutkan ada dua menara saluran tegangan tinggi roboh dan enam lainnya harus diperbaiki akibat banjir dan longsor di sejumlah wilayah di Provinsi Aceh.

Pihak PLN, kata Taufik, terus bekerja memulihkan jalur transmisi listrik akibat banjir bandang dan longsor. Perbaikan di antaranya di wilayah Kabupaten Bireuen serta jaringan Pangkalan Brandan ke Langsa.

Perbaikan di Kabupaten Bireuen, kata dia, ada beberapa menara saluran udara tegangan tinggi dan semuanya sudah selesai. Kini, yang masih dalam proses untuk jaringan Pangkalan Brandan menuju Langsa.

"Kami terus berkoordinasi dengan PLN terkait perkembangan kelistrikan di Aceh. Kini tinggal yang Pangkalan Brandan dan laporan kami terima, perbaikannya sudah 85 persen," katanya.

Dia mengatakan jika perbaikan jaringan transmisi tersebut selesai maka PLN menyambung daya. Apabila penyambungan berhasil maka kelistrikan di Provinsi Aceh perlahan kembali pulih.

"Kami mengharapkan dukungan masyarakat dan mendoakan proses pemulihan sistem kelistrikan di Aceh bisa selesai secepatnya serta pekerjaannya tidak mendapat halangan yang berarti," kata Taufik.

Jembatan Teupin Mane Terhubung

Perahu penyeberangan di Sungai Peusangan Bireuen

Warga menggunakan perahu dan drum untuk menyeberangi Sungai Peusangan pascabencana banjir bandang yang merusak jembatan Juli di Bireuen, Aceh, Sabtu (13/12/2025). ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/tom.

Zainuddin selaku Ketua Mukim Juli Selatan, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, mengatakan aktivitas masyarakat di kawasan tersebut kembali normal setelah sebelumnya terkendala dengan putusnya Jembatan Teupin Mane akibat banjir bandang pada akhir November 2025.

"Aktivitas masyarakat di Juli Selatan kembali normal. Sejak Jembatan Teupin Mane putus, kegiatan masyarakat menjadi terhambat," kata Zainuddin yang dihubungi dari Banda Aceh, Senin, dikutip dari Antara.

Ia menyebutkan sejak jembatan menghubungkan Kabupaten Bireuen dengan Kabupaten Bener Meriah tersebut putus, aktivitas masyarakat di kawasan Mukim Juli Selatan terhambat.

Zainuddin bilang, warga terpaksa menyeberang menggunakan keranjang besi yang dikaitkan dengan kabel baja jika hendak ke kota Bireuen, ibu kota kabupaten. Penyeberangan ini juga berisiko karena arus Krueng (sungai) Peusangan yang deras.

Selain aktivitas masyarakat, kata dia, terbukanya akses transportasi darat tersebut dapat memperlancar distribusi bantuan bagi korban bencana di kawasan Juli Selatan hingga Kabupaten Bener Meriah.

Zainuddin menyebutkan di kawasan Mukim Juli Selatan ada sebanyak 12 gampong atau desa terdampak bencana banjir bandang dengan pengungsian di sejumlah titik.

"Walau jalur darat ke Kabupaten Bener Meriah belum lancar karena banyak titik jalan longsor, tetapi akses bantuan bisa dipercepat, walau dengan putus sambung angkutan," kata Zainuddin.

Secara terpisah, Nurhayati, warga setempat, mengapresiasi pihak-pihak yang telah bekerja memperbaiki Jembatan Teupin Mane, sehingga kedua sisinya kembali terhubung.

"Terima kasih, Pak Presiden. Alhamdulillah, saya bisa pulang karena sudah 20 hari menginap di rumah saudara akibat jembatan terputus. Terima kasih Pangdam dan seluruh jajaran TNI yang bekerja sama memperbaiki jembatan ini," katanya.

Senada juga disampaikan Suci Rahayu, warga lainnya. Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto. "Jembatan sudah jadi, kami bisa lewat, semua kami senang. Terima kasih atas bantuan dan perhatiannya, jadi sekarang kami bisa lewat ke sana, dan yang ke sana bisa juga ke sini," kata Suci Rahayu.

Jembatan Teupin Mane resmi dibuka untuk umum mulai Minggu (14/12/2025) setelah dua pekan sebelumnya terputus akibat bencana banjir bandang dan longsor.

Ambruk jembatan tersebut menyebabkan konektivitas penghubung antara Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Bener Meriah lumpuh dan menghambat distribusi barang serta bantuan bencana ke wilayah tengah Provinsi Aceh.

Baca juga artikel terkait BANJIR ACEH

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Siti Fatimah