tirto.id - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menargetkan transaksi dalam Danantara Housing Expo 2026 mencapai Rp6 triliun hingga Rp10 triliun.
Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, mengatakan transaksi dalam pameran perumahan tersebut mulai menunjukkan aktivitas.
“Jadi target transaksi kita kurang lebih itu kalau kita targetkan tentu paling tidak itu sampai Rp6-10 triliun. Tapi ini udah mulai ramai kan, udah banyak,” kata Dony di sela acara Danantara Housing Expo 2026, di Nusantara International Convention Exhibition, PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (27/8/2026).
Dony menjelaskan salah satu upaya untuk memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah dilakukan melalui pemberian tenor kredit hingga 40 tahun.
“Jadi 40 tahun itu supaya kesempatan orang untuk mendapatkan rumah lebih panjang, lebih luas,” ujarnya.
Menurutnya, perpanjangan tenor tersebut membuat nilai cicilan menjadi lebih kecil, sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kalau tenoran 40 tahun kan cicilannya jadi kecil. Ini tentu sangat bermanfaat untuk semua orang,” kata Dony.
Pada kesempatan yang sama, CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan pihaknya juga membuka peluang pemberian uang muka atau down payment (DP) rumah sebesar 0 persen. Namun, opsi tersebut masih dalam pembahasan dari sisi regulasi.
“Dan kita terus mencoba mencarikan terobosan-terobosan apabila dimungkinkan DPnya juga 0%,” kata Rosan.
Rosan mengatakan pembahasan regulasi tersebut dilakukan agar akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah menjadi lebih terbuka.
“Ini juga kita sedang bicarakan juga dengan secara regulasinya sehingga ini accessible dari kepemilikan rumah akan menjadi lebih baik dan lebih terbuka dan cepat,” ujarnya.
Danantara Housing Expo 2026 menghadirkan lebih dari 120.000 pilihan properti dari lebih dari 130 pengembang perusahaan BUMN dan swasta.
Adapun pilihan properti terbagi ke dalam sejumlah zona, yakni First Home, Family Home, dan Premium Living, yang masing-masing menyasar kebutuhan dan kemampuan pembelian konsumen yang berbeda.
Khusus pengembang BUMN, sebanyak 12 pengembang menawarkan sebanyak 16.559 unit dari 98 proyek yang tersebar di 23 provinsi, dengan nilai inventori properti yang ditawarkan mencapai Rp9,79 triliun.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.611 unit merupakan hunian untuk MBR, sedangkan 9.948 unit lainnya merupakan hunian non-MBR.
Expo tersebut ditujukan untuk menjangkau berbagai segmen masyarakat, mulai dari MBR hingga konsumen yang membutuhkan hunian di segmen menengah dan premium.
Untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah, Danantara menggandeng Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk menyediakan skema pembiayaan dengan uang muka mulai 1 persen dan suku bunga
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Maret 2026, terdapat sekitar 9,29 juta rumah tangga yang belum memiliki rumah. Selain itu, sekitar 18 juta rumah tangga masih tinggal di hunian yang belum memenuhi standar kelayakan.
Penulis: Nanda Surya
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id






































