tirto.id - Hujan deras akibat topan Wipha mengguyur Hong Kong pada hari Minggu (20/7/2025). Simak dampak kerusakan topan Wipha di Hong Kong, jumlah korban, dan situasi terkini.
Otoritas cuaca Hong Kong sempat mengeluarkan sinyal No. 10 (level tertinggi) pada hari Minggu (20/7/2025) selama tujuh jam. Sinyal tersebut menandakan bahwa angin dengan kecepatan rata-rata 118 km/jam atau lebih diperkirakan akan terjadi, mengutip laporan Reuters.
Kemudian, tepat setelah pukul 16.00 waktu setempat, otoritas cuaca di negara yang menjadi pusat keuangan Asia tersebut menurunkan sinyal topan menjadi 8 dari maksimum 10.
Kemudian, pada pukul 19.45, Otoritas cuaca Hong Kong kembali menurunkan peringatan topan menjadi sinyal angin kencang No. 3.
Akibat topan Wipha, sejumlah fasilitas umum rusak dan jadwal penerbangan di bandara terpaksa dilakukan penjadwalan ulang.
Korban Topan Wipha di Hong Kong
Saat badai melewati Hong Kong, lebih dari 110 mm (4 inci) hujan turun dalam waktu tiga jam. Selain itu, hembusan angin kencang telah melampaui 167 kpj (103 mph) di beberapa titik.
Sebagian besar hujan terkonsentrasi di wilayah utara yang berbatasan dengan daratan, kata observatorium kota. Hujan deras selama berjam-jam mengakibatkan banjir di berbagai lokasi, yang mengakibatkan penutupan jalan-jalan utama.
Berdasarkan laporan South China Morning Post, 26 orang dirawat di rumah sakit umum akibat topan Wipha. Selain itu, terdapat 471 laporan pohon tumbang akibat topan Wipha yang mengguyur Hong Kong.
Kemudian, sekitar 253 orang mencari perlindungan di tempat penampungan pemerintah. Di North Point, lokasi dekat pelabuhan pusat keuangan Asia, sejumlah besar perancah tersapu dari bangunan tempat tinggal dan jatuh ke jalan.
Kantor berita Aljazeera melaporkan, topan Wipha Hong Kong menyebabkan ratusan jadwal penerbangan dibatalkan. Otoritas Bandara Hong Kong pada Minggu (20/7/2025) mengatakan bahwa sekitar 500 penerbangan telah dibatalkan. Sementara itu, 400 penerbangan lainnya dijadwalkan lepas landas atau mendarat di kemudian hari.
Buntut dari topan tersebut, hampir 80.000 wisatawan terdampak penundaan penerbangan. Cathay Pacific Airways juga membatalkan semua penerbangan dengan bandara Hong Kong antara pukul 5 pagi dan 6 sore pada Minggu (20/7/2025).
Maskapai ini menggratiskan biaya perubahan tiket dan mengatur pemesanan ulang. Sebagian besar transportasi umum di Hong Kong dihentikan sementara, termasuk feri di tengah gelombang laut yang tinggi.
Situasi Terkini di Hong Kong Usai Topan Wipha
Usai Observatorium mengganti sinyal badai No. 8 dengan peringatan No. 3 pada Minggu malam (20/7/2025), penumpang mulai membanjiri bandara seiring penerbangan yang secara bertahap dilanjutkan.
Selain itu, layanan bus juga sedang dipulihkan. MTR Corporation mengatakan layanan di jalur kereta api yang masih beroperasi akan kembali beroperasi secara bertahap pada malam hari.
Berdasarkan laporan CCTV milik pemerintah Hong Kong, setelah menghantam Hong Kong, topan Wipha menerjang pesisir kota Taishan di provinsi Guangdong di Tiongkok selatan.
Kini, kondisi secara umum mulai membaik seiring melemahnya sistem badai yang bergerak menjauhi kota. Semua peringatan resmi telah dicabut, dan warga perlahan kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Meski begitu, cuaca diperkirakan masih akan labil dalam beberapa hari ke depan.
Pembaca juga dapat mengetahui informasi terbaru tentang cuaca melalui kumpulan artikel di bawah ini:
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id





































