Menuju konten utama

Contoh Kampanye Politik, Tujuan, dan Jenis-jenisnya

Berikut ini penjelasan tentang contoh kampanye politik, tujuan, beserta jenis-jenisnya.

Contoh Kampanye Politik, Tujuan, dan Jenis-jenisnya
Ilustrasi Pemilu. foto/IStockphoto

tirto.id - Kampanye adalah usaha untuk memengaruhi pikiran, keputusan, dan tindakan orang lain menggunakan metode yang mempunyai daya tarik komunikatif. Maka itu, kampanye bisa diarahkan untuk berbagai tujuan, termasuk komersial, sosial, hingga politik.

Contoh kampanye dapat dilihat di pemasangan poster ajakan ikut vaksinasi, baliho berisi tema pengenalan produk tertentu, hingga gambar-gambar calon kandidat pejabat publik di pinggiran jalan raya. Contoh terakhir merupakan salah satu bentuk kampanye politik.

Kegiatan kampanye yang sering kali muncul menjelang pemilihan umum merupakan jenis kampanye politik. Pengertian kampanye politik ialah kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh individu maupun kelompok untuk pada periode tertentu dengan tujuan mendapatkan dukungan politik dari masyarakat.

Berbagai aktivitas meminta dukungan politik dari masyarakat yang dilakukan oleh peserta pemilihan umum secara terencana bisa disebut sebagai kampanye politik. Pemahaman ini sesuai dengan pengertian kampanye dalam ilmu komunikasi.

Everett M. Rogers dan J. Douglass Storey dalam artikel Communication Campaign di buku Handbook of Communication Science (1987), mendefinisikan kampanye adalah rangkaian tindakan komunikatif yang dilakukan secara terencana dengan tujuan memunculkan efek tertentu ke sejumlah besar orang, serta dilakukan secara berkelanjutan pada kurun waktu tertentu.

Maka dari itu, aktivitas kampanye para calon presiden atau calon wakil presiden (capres-cawapres), calon legislatif (caleg), calon kepala daerah, hingga calon kepala desa untuk menjaring dukungan jelang pemilihan bisa disebut bentuk kampanye politik. Di level yang lebih mikro, kegiatan mencari dukungan untuk pemilihan ketua OSIS di sekolah pun bisa masuk daftar contoh kampanye politik.

Tujuan Kampanye Politik

Kegiatan kampanye politik bisa dilakukan dengan beragam jenis metode, termasuk iklan luar ruangan, iklan di media elektronik, debat terbuka, produksi konten di medsos, hingga bertemu langsung dengan masyarakat.

Mengikuti pengertian di atas, salah satu ciri kampanye adalah kegiatan komunikasi secara terorganisasi dan terencana. Ruslan Rosady dalam Manajemen Public Relations dan Media (2008) menjelaskan, dalam kampanye, komunikasi ditujukan terhadap publik atau target populasi tertentu.

Dengan begitu, dalam kegiatan kampanye, aktivitas komunikasi publik dilakukan sesuai rencana, baik dari segi materi isi, strategi, hingga kelompok sasarannya. Oleh karena itu, dampak kampanye bisa terukur.

Dilihat dari segi tujuannya, kampanye bisa dibagi menjadi 3 jenis, yakni product-oriented campaigns, candidate-oriented campaigns, dan ideological or cause campaigns.

Product-oriented campaign mengarah pada kampanye untuk memasarkan produk yang berhubungan dengan bisnis komersial. Kampanye jenis ini sering kali dilakukan dengan membangun citra positif perusahaan melalui kegiatan sosial atau program kepedulian.

Sementara itu, jenis candidate-oriented campaigns ialah kampanye yang mengarah pada calon kandidat politik yang berkepentingan mendulang dukungan masyarakat.

Kemudian, ideological or cause campaigns merupakan jenis kampanye yang berorientasi pada tujuan-tujuan menyebarkan gagasan tertentu, misalnya kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, sikap anti-korupsi, dan sejenisnya.

Kampanye politik termasuk dalam jenis candidate-oriented campaigns. Tujuan kampanye politik yang paling utama adalah meraih dukungan dari masyarakat saat pemilihan umum digelar.

Gun Gun Heryanto dan Ade Rina Farida melalui Komunikasi Politik (2011), memetakan tujuan kampanye menjadi 3 tahapan, yakni sebagai berikut:

a. Tahap 1: Menciptakan perubahan di level pengetahuan kognitif.

Di tahap ini, kampanye diharapkan memicu perubahan pengetahuan maupun kesadaran khalayak terhadap isu-isu tertentu. Dalam konteks kampanye politik, isu yang dimaksud tentu adalah popularitas dan kelayakan seorang kandidat untuk dipilih.

b. Tahap 3: Mendorong perubahan sikap.

Di tahap ini, kegiatan kampanye diarahkan untuk memunculkan simpati, perasaan suka, kepedulian, hingga keberpihakan publik terhadap isu-isu tertentu. Terkait dengan konteks kampanye politik, isu yang dimaksud adalah meningkatnya kesukaan publik pada seorang kandidat.

c. Tahap 3: Mendorong khalayak melakukan suatu tindakan secara konkrit dan terukur.

Dalam konteks kampanye politik, tahap yang terakhir ini adalah membuat khalayak atau masyarakat pemilik hak pilih untuk memilih kandidat yang dikampanyekan saat pemilu.

Contoh Kampanye Politik

Pada setiap menjelang pemilu, aktivitas kampanye politik akan marak dilakukan. Biasanya periode kampanye politik dibatasi selama 3-6 bulan. Di Indonesia, wewenang membatasi waktu kampanye dan jenis kegiatannya dimiliki oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Di sisi lain, pelaksanaan ketentuan kampanye diawasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Lembaga ini berwenang menindak pelanggaran aturan kampanye. Aturan itu terkait pula dengan siapa saja yang boleh melakukan kampanye politik menjelang pemilu.

Meskipun demikian, dalam praktiknya di Indonesia, aktivitas kampanye terselubung telah sering dilakukan oleh para kandidat bahkan jauh sebelum waktunya. Biasanya aktivitas ini kerap dituding sebagai "curi start kampanye." Ada juga praktik buruk berupa terlibatnya pejabat publik atau pemasukan unsur politik uang dalam kampanye.

Robi Cahyadi Kurniawan dalam artikel "Kampanye Politik: Idealitas dan Tantangan" yang dimuat Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (2009) terbitan UGM, menerangkan aktivitas kampanye politik merupakan proses interaksi yang bersifat intensif di antara para peserta pemilu dengan publik.

Dalam kampanye, seluruh kandidat diberi kesempatan untuk memaparkan program kerja, dan memengaruhi opini publik demi memobilisasi dukungan masyarakat. Keberhasilannya tentu akan dipengaruhi oleh efektivitas strategi kampanye politik.

Ada banyak contoh bentuk kampanye politik yang selama ini dilakukan oleh para peserta pemilu di Indonesia.

Berikut ini sejumlah contoh kampanye politik di Indonesia:

  1. Menggelar webinar interaktif untuk memaparkan visi-misi dan program kerja dari kandidat tertentu.
  2. Membuat iklan kampanye melalui media cetak, media elektronik, atau media sosial dalam bentuk gambar, animasi, video, suara, dan lain sebagainya.
  3. Memasang alat peraga kampanye (baliho. poster, dll) di tempat umum.
  4. Mengadakan debat dengan peserta pemilu yang lain secara terbuka.
  5. Menggelar pertemuan terbuka dengan masyarakat, seperti rapat umum.
  6. Mengadakan diskusi tertutup dengan sekelompok orang untuk pemaparan visi-misi dan program kerja.
  7. Membagikan atribut kampanye, seperti kaos, topi, dan lain sebagainya.
  8. Membagikan buku berisi penjelasan lengkap tentang program kerja dan visi-misi kandidat.
  9. Mendatangi tokoh-tokoh masyarakat untuk meminta dukungan baik secara terbuka maupun tertutup.
  10. Memproduksi dan menyebar konten di media sosial yang bertujuan membangun citra positif untuk kandidat tertentu.

Jenis-jenis Kampanye Politik

Jenis-jenis kampanye politik bisa dibedakan setidaknya berdasarkan 2 kategori. Keduanya model strategi dan media penyampaian kampanye.

Berikut penjelasan ringkas mengenai jenis-jenis kampanye politik berdasarkan 2 kategori tersebut:

1. Jenis-jenis kampanye politik berdasarkan model strategi:

  • Model komponensial (Model kampanye politik yang berfokus kepada penyampaian pesan-pesan utama kepada khalayak, tanpa mempertimbangkan interaksi)
  • Model Ostergaard (Model kampanye politik yang berbasis pada identifikasi masalah dan penyampaian solusinya, terutama yang berdasarkan riset ilmiah)
  • Model 5 Tahap Fungsional: (Model kampanye politik yang berfokus kepada 5 tahap kegiatan, yakni: identifikasi; legitimasi kandidat; partisipasi khalayak; penetrasi pesan; dan distribusi atau mendapatkan dukungan).
  • Model Fungsi Komunikatif (model kampanye politik yang berfokus meningkatkan dukungan khalayak kepada kandidat tertentu)
  • Model Nowak dan Warneryd (model kampanye politik ini menekankan pada 7 aspek, yaitu: perencanaan dampak; pemetaan masalah; analisis objek/sasaran; klasifikasi sasaran kampanye; penentuan saluran kampanye sesuai sasaran; perumusan pesan sesuai target/sasaran; dan penentuan juru kampanye yang memiliki kredibilitas)
  • Model Difusi Inovasi (model kampanye politik ini berfokus pada empat tahap, yakni: penyebaran informasi; ajakan persuasi; mendorong khalayak mengabil keputusan; dan konfirmasi atau re-evaluasi).

2. Jenis-jenis kampanye politik berdasarkan media penyampaian:

  • Kampanye secara langsung (kegiatan kampanye dengan mempertemukan kandidat dengan khalayak)
  • Kampanye di media elektronik (penyampaian kampanye lewat media televisi, radio, dan internet)
  • Kampanye di media cetak (penyampaian kampanye via media konvensional, seperti koran, majalah, baliho, poster, dan sejenisnya).

Baca juga artikel terkait PEMILU atau tulisan lainnya dari Umi Zuhriyah

tirto.id - Politik
Penulis: Umi Zuhriyah
Editor: Addi M Idhom