Menuju konten utama

Cerita Korban Gempa NTT Lahirkan Bayi di Tenda Karang Taruna

Seorang penyintas gempa NTT berhasil melahirkan bayinya dengan selama di tenda bantuan PNKT yang kini menjadi tempat pelayanan salah satu puskesmas. 

Cerita Korban Gempa NTT Lahirkan Bayi di Tenda Karang Taruna
Seorang bayi laki-laki lahir dengan selamat di tenda bantuan Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) yang difungsikan sebagai lokasi pelayanan Puskesmas Kisol. FOTO/dok.Kemensos
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Saat guncangan gempa susulan belum sepenuhnya usai, secercah harapan baru menyeruak dari sebuah tenda darurat di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Di bawah tenda bantuan Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) yang disulap menjadi ruang pelayanan Puskesmas Kisol, pasangan Asman dan Apolonia Andriani Gande menyambut hadirnya buah hati pertama mereka.

Tangis bayi laki-laki seberat 2,9 kilogram dengan panjang 49 sentimeter itu pecah pada Senin (24/8/2026) pukul 05.45 WITA, hanya berselang 25 menit setelah gempa susulan kembali menggetarkan tanah tempat mereka berlindung.

Perjuangan Apolonia sejak mendatangi tenda posko Puskesmas Kisol pada Minggu malam (23/8/2026), sekitar pukul 22.00 WITA, akhirnya berbuah kebahagiaan. Setelah melewati kehamilan 39 minggu lebih 4 hari, bayinya berhasil lahir dengan selamat meski di tengah situasi darurat pacabencana.

Hanya dibantu dengan peralatan seadanya oleh bidan Puskesmas Kisol di tengah situasi darurat, proses persalinan normal itu berjalan aman. Ibu dan bayi kini dalam kondisi sehat di bawah pengawasan petugas medis.

Sebagai ungkapan syukur serta penghormatan atas ruang aman yang menaungi kelahiran putranya, Asman menyematkan nama Budisatrio Asman Amunutur untuk sang buah hati.

"Terima kasih dari kami atas bantuan tenda dari Pengurus Nasional Karang Taruna, Bapak Budisatrio Djiwandono, selaku Ketua Umum PNKT, yang telah menyediakan tenda untuk Puskesmas Kisol, sehingga anak kami bersalin dengan aman dan nyaman. Atas nama bayi Budisatrio Asman Amunutur, kami mengucapkan terima kasih banyak," kata Asman.

Layanan Puskesmas Kisol terpaksa beralih ke tenda darurat karena bangunan fasilitas kesehatan ini rusak akibat gempa. Dinding bangunan puskesmas ini retak dan mengalami kerusakan struktur sehingga berisiko bagi keamanan pelayanan medis jika ditempati.

Kehadiran tenda bantuan dari PNKT memungkinkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Kisol tetap berjalan. Hingga hari ini, tenda itu juga menjadi salah satu posko pelayanan awal di Kecamatan Kota Komba, Manggarai Timur.

Dua hari selepas gempa NTT mengguncang kawasan NTT dan sekitarnya pada 15 Agustus lalu, Satgas Tanggap Bencana PNKT mengirim enam tenda ke sejumlah wilayah terdampak. Manggarai Timur menjadi salah satu tujuan pengiriman tenda-tenda berukuran 6 x 12 meter tersebut.

Di daerah ini, PNKT mengirimkan dua tenda darurat. Satu tenda digunakan untuk aktivitas Puskesmas Kisol, sementara lainnya didirikan di Kelurahan Nggalak Leleng, Kecamatan Lamba Leda Selatan, untuk menjadi hunian darurat warga terdampak.

Kepala Puskesmas Kisol pun beterima kasih atas dukungan PNKT itu. "Bantuan ini sangat berarti dalam mendukung kelancaran pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya dalam situasi siaga bencana. Sinergi ini menjadi semangat bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik," ujarnya.

Adapun bagi para pengurus Karang Taruna setempat, kelahiran Budisatrio Asman Amunutur menjadi simbol harapan di tengah upaya pemulihan pascabencana.

"Puji Tuhan, dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, akhirnya tenda Karang Taruna hadir dan dapat digunakan sebagai tempat pelayanan kesehatan. Kami dari Karang Taruna Manggarai Timur mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Ketua Umum PNKT Bapak Budisatrio Djiwandono dan seluruh jajaran atas bantuan yang telah diberikan," ujar Mario Gambur dari Karang Taruna Manggarai Timur.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis