tirto.id - Cara kerja ke Australia tengah banyak jadi bahan pertanyaan para pencari kerja, termasuk sebagian masyarakat di Indonesia. Hal itu berkaitan dengan Australia yang tercatat sebagai negara dengan penghasilan rata-rata terbesar di dunia dengan gaji yang sangat kompetitif. Lalu, berapa upah minimum tahun 2025 di negara tersebut dan bagaimana caranya agar dapat bekerja di sana?
Australia termasuk salah satu negara yang tercatat sebagai negara dengan penghasilan rata-rata tertinggi di dunia. Tak hanya itu, negara ini juga disebut-sebut kerap membutuhkan tenaga kerja yang cukup besar di berbagai sektor seperti pertanian, konstruksi, kesehatan, dan lainnya.
Seiring tren peningkatan kebutuhan akan lapangan pekerjaan dengan pendapatan yang layak, Australia kerap muncul menjadi salah satu solusi untuk mendapatkan dua hal tersebut. Maka itu, tak heran jika banyak pekerja di sejumlah negara, termasuk Indonesia, acap kali memilih Australia sebagai tujuan untuk meningkatkan finansialnya masing-masing.
Tak hanya sebatas menjadi tren kebutuhan akan lapangan pekerjaan dan penghasilan yang tinggi, Australia juga telah lama dikenal sebagai negara yang memiliki kualitas hidup terbaik di dunia. Tak tanggung-tanggung, negara ini mampu menawarkan sistem kesehatan, pendidikan, hingga jaminan sosial yang terbilang sangat maju, jika dibandingkan dengan negara lainnya.
Berakar dari hal tersebut, Australia kemudian dilihat sebagai negeri peluang yang tak hanya mampu menawarkan keberlangsungan perekonomian yang lebih menjanjikan, juga kualitas hidup yang terjamin.
Banyaknya peluang kerja di Australia juga tak terlepas dari peran pemerintahnya yang gencar membuka peluang kerja bagi pekerja migran guna melengkapi kebutuhan tenaga kerja di sejumlah sektor.
Salah satu alasan utama banyaknya para pekerja migran yang menginginkan bekerja di Australia yakni negara tersebut termasuk memiliki upah minimum tertinggi di dunia dibandingkan negara lainnya. Bahkan, bekerja di Australia dianggap sebagai cara cepat untuk meningkatkan taraf maupun kualitas hidup yang lebih menjanjikan.
Selain itu, terdapat poin menarik yang menjadi perhatian para pencari kerja, yakni adanya kesempatan untuk mendapatkan status Permanent Resident (PR) Australia atau mendapatkan hak yang sama dengan warga negara Australia. Jika pekerja migran mendapatkan status tersebut, maka mereka akan menerima berbagai keuntungan seperti subsidi pendidikan, subsidi kesehatan, bebas bekerja full time, dan lainnya.
Mengacu pada ulasan di atas, tak heran jika banyak para pencari kerja yang mempertanyakan cara kerja ke Australia. Untuk mengetahui informasi lengkapnya, simak ringkasannya berikut beserta rincian soal upah minimum tahun 2025 di Australia.
Bagaimana Cara Kerja ke Australia?
Sebelum memutuskan bekerja di Australia, hal paling mendasar sebagai persiapan karier di negara tersebut yakni memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang fasih baik dalam penulisan maupun pelafalan. Jika belum fasih, maka Anda harus melatihnya terlebih dahulu sebab pada saat akan bekerja di Australia, calon pekerja akan diminta untuk menyiapkan tes IELTS sebagai bukti kecakapan berbahasa Inggris.
Selain fasih berbahasa Inggris, calon pekerja juga wajib memiliki sertifikat profesi sesuai keahlian masing-masing. Sertifikat tersebut bisa didapat melalui pelatihan yang disediakan sejumlah pihak baik swasta maupun nasional.
Kemudian hal terpenting lainnya agar bisa bekerja di Australia yakni memilih Visa Kerja yang sesuai lantaran negara tersebut memiliki berbagai jenis visa kerja yang dapat dipilih sesuai kebutuhan seperti Temporary Skill Shortage (TSS) Visa - Subclass 482 yang diperuntukkan bagi pekerja terampil dengan sponsor perusahaan di Australia, dan lainnya.
Secara umum, jika ingin bekerja di negara tersebut maka pekerja migran wajib memiliki sponsor atau kontrak kerja dari perusahaan di Australia, dan memenuhi syarat umum maupun khusus yang telah ditentukan oleh pihak perusahaan tujuan.
Berapa Upah Minimum di Australia 2025?
Mengutip L&E Global, Upah Minimum Australia saat ini berada di angka AUD 23,23 per jam atau sekitar AUD 882,80 per minggu untuk 38 jam kerja. Jika dikonversi menjadi rupiah dengan asumsi 1 AUD = Rp10.500, maka upah minimumnya rata-rata di angka Rp244.900 per jam atau Rp9.269.400 per minggu.
Akan tetapi, menurut Fair Work Commission Australia, upah minimum di Australia per Juli 2025 mengalami kenaikan menjadi AUD 24,95 per jam atau sekitar AUD 948,80 per minggu dengan asumsi 38 jam kerja. Jika dikonversi ke dalam rupiah, maka upahnya ada di angka Rp262.454 per jam atau Rp9.981.594 per minggu dengan asumsi 38 jam kerja.
Jika mengacu pada angka tersebut tentunya sangat berbanding sangat jauh dengan upah minimum yang ada di Indonesia. Bahkan, saat ini, upah minimum tertinggi di Indonesia hanya mencapai sekitar Rp5 juta per bulan, bukan per minggu.
Maka itu, tak heran jika Australia acap kali mengalami tren peningkatan calon pencari pekerja, terlebih para pekerjanya berkemungkinan besar bisa mendapatkan upah hingga dua digit dalam satu bulan jika dikonversikan ke dalam mata uangnya masing-masing.
Penulis: Imanudin Abdurohman
Editor: Fitra Firdaus
Masuk tirto.id






























