Menuju konten utama

BPBD DKI Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca Hadapi Cuaca Ekstrem

BPBD Jakarta mempersiakan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem yang akan terjadi selama beberapa hari ke depan.

BPBD DKI Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca Hadapi Cuaca Ekstrem
Sejumlah warga berjalan saat hujan di Jakarta, Jumat (15/3/2024). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta, Isnawa Adji, mengatakan saat ini pihaknya tengah mempersiakan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan terjadi selama beberapa hari ke depan.

Isnawa mengatakan, OMC akan dilakukan karena dua wilayah di Jakarta, yakni Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, diprediksi akan mengalami curah hujan tinggi pada pekan ini.

“Di hari keempat, khusus Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, ada peningkatan pertumbuhan awan hujan. Saya sudah lapor Pak Gubernur dan Wakil Gubernur, BPBD dengan anggaran yang ada akan persiapkan OMC,” ujar Isnawa saat dikonfirmasi wartawan pada Senin (7/7/2025).

Isnawa bilang, OMC itu baru akan dilakukan setelah memantau prediksi cuaca yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Tiap hari kami dan BMKG lakukan pengamatan cuaca. Kami sedang persiapkan proses OMC tersebut,” ucapnya.

Isnawa menjelaskan, untuk OMC tahap pertama akan terlebih dahulu dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

OMC itu akan dilakukan di langit Bogor, Bekasi, Tangerang, hingga Jakarta. Adapun fokus utama pelaksanaan OMC akan dipusatkan di langit Bogor untuk mengurangi intensitas hujan di sana yang berpotensi meningkatkan debit air di hulu.

“Rencana OMC akan dilakukan oleh BNPB atas arahan Kepala BNPB, fokus di atas Bogor, Bekasi, Tangerang, dan Jakarta. Mulai dari Bogor sebagai upaya mengurangi peningkatan debit air di hulu,” jelasnya.

“Karena Bogor selain rawan banjir, juga [rawan] longsor,” tambahnya.

Sebagai informasi, banjir merendam sejumlah wilayah di Jakarta sejak Minggu (6/7/2025) malam hingga Senin siang.

BPBD Jakarta mencatat, banjir itu dipicu oleh curah hujan tinggi serta kenaikan status sejumlah pintu air dan pos pantau, termasuk Pintu Air Karet, Manggarai, hingga Pos Pantau Angke Hulu.

Selain itu, sejumlah sungai juga mengalami luapan, seperti Kali Krukut, Kali Angke, Kali Pesanggrahan, Kali Ciliwung, Kali Sarua, hingga Kali Sunter.

Baca juga artikel terkait JABODETABEK atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama