tirto.id - Kepala Departemen Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Dicky Kartikoyono menargetkan sebanyak 3.000 peserta akan mengikuti program pelatihan Digital Talent Berdaya dan Berkarya (Digdaya) 2026. Digdaya merupakan program yang dikelola Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI).
Menurut Dicky, terdapat 2.700 peserta yang mengikuti Digdaya 2025. Dari ribuan peserta itu, total ada 743 proposal bisnis. Karena itu, BI saat ini menargetkan 3.000 peserta akan mengikuti pelatihan Digdaya.
"Kita berharap dalam waktu kurang lebih satu setengah bulan, kita akan bisa mendapatkan peserta sekitar 3.000 orang," ucapnya saat inisiasi PIDI di kantor Pusat BI, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026).
Menurut Dicky, kehadiran PIDI untuk menjawab dua tantangan utama era transformasi digital. Tantangan pertama, yakni pemenuhan kebutuhan industri dengan memfasilitasi berbagai pelatihan intensif yang diikuti dengan pembangunan pilot project.
Tantangan kedua, yakni penciptaan lapangan kerja dan pengembangan talenta melalui pelatihan Digdaya. Melalui pelatihan Digdaya, para peserta dibekali hard skill teknis dan kemampuan kewirausahaan agar mampu membangun startup.
"Mereka [peserta pelatihan Digdaya] bukan sekadar mengikuti program, tetapi membuktikan langsung dengan membuat startup dan bertemu pelaku bisnis untuk menjawab berbagai case yang dibutuhkan, khususnya di sistem keuangan," sebut Dicky.
Ia menyebutkan, pelatihan Digdaya terbagi dalam beberapa tahapan, mulai dari Essential Level bagi pemula, Practitioner Level, Capstone Project. Usai mengikuti serangkaian pelatihan tersebut, peserta yang lolos akan mengikuti kompetisi BI-OJK Hackathon 2026.
"Artinya, semua level ini tentunya mempunyai level sofistikasi yang berbeda sampai kemudian bisa menyelesaikan project-nya. Setiap peserta setelah mengikuti training akan tentunya ikut perlombaan Hackathon," tutur Dicky.
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id






































