BI Siapkan Rp93 Triliun Uang Tunai Selama Libur Iduladha

Reporter: Dwi Aditya Putra, tirto.id - 30 Jun 2023 10:00 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Bank Indonesia menyiapkan uang tunai untuk kebutuhan nasional selama libur Iduladha 1444 Hijriah sebesar Rp93 triliun.
tirto.id - Bank Indonesia (BI) menyiapkan uang tunai untuk kebutuhan nasional selama libur Iduladha 1444 Hijriah sebesar Rp93 triliun. Pemenuhan uang tunai ini sesuai proyeksi angka kebutuhan uang pada bulan Juni-Juli 2023 yang naiksebesar 11,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Dalam periode libur sehubungan Hari Raya Iduladha, cuti bersama, dan liburan sekolah (Juni-Juli 2023), Bank BI menjaga kecukupan uang Rupiah bagi masyarakat dengan tigalangkah strategis, yaitu memastikan pemenuhan seluruh kebutuhan uang tunai sesua proyeksi," ujar Dapartemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, Jumat (30/6/2023).

Erwin mengatakan pihaknya melakukan kordinasi dan kerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka pengedaran uang tunai. Hal ini dilakukan bersamaan dengan dorongan kepada masyarakat untuk mengoptimalkan pembayaran non tunai.

"BI menginstruksikan perbankan untuk memperhatikan kebutuhan uang tunai di daerah yang diperkirakan akan mengalami lonjakan permintaan selama libur panjang ini. Ketersediaan tersebut termasuk pada terminal ATM/CRM (Cash Recycle Machine) diseluruh Indonesia serta memastikan terminal tetap beroperasi demi kenyamanan masyarakat," ujarnya.

Kerja sama juga dilakukan dengan TNI Angkatan Laut (AL) guna pemenuhan kebutuhan uang tunai untuk wilayah 3T (terdepan, terpencil dan tertinggal) termasuk untuk antisipasi selama libur ini.

Pada 2023, BI dan TNI AL mentargetkan sebanyak 17 kali Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) untuk memenuhi kebutuhan uang tunai di 85 pulau yang termasuk dalam wilayah 3T.

"Sampai dengan bulan Juni 2023 telah dilakukan kegiatan ERB sebanyak 8 kali mencakup 41 pulau dengan jumlah uang yang telah diedarkan sebesar Rp90,1 miliar," katanya.

Di samping itu, bank sentral juga tengah mendorong masyarakat mengoptimalkan transaksi pembayaran secara non tunai di antaranya QRIS, memperluas kepersertaan BI-FAST termasuk kanal layanan dan akseptasi masyarakat, serta mendorong Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) untukmempersiapkan infrastruktur guna menghadapi peningkatan transaksi.

Sejalan dengan itu, BI menempuh langkah strategis guna memastikan kelancaran sistem pembayaran non tunai, di antaranya memastikan kesiapan (ketersediaan dan keandalan) sistem dan layanan kritikal BI (tunai dan nontunai), termasuk memantau sistem peserta dalam memberikan pelayanan transaksi pembayaran kepada masyarakat.



Baca juga artikel terkait LIBUR IDUL atau tulisan menarik lainnya Dwi Aditya Putra
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Anggun P Situmorang

DarkLight