Menuju konten utama

BI Buka Kembali Jendela Lelang Repo, Jaga Likuiditas Perbankan

Aksi ini dilakukan untuk memperkuat efektivitas kebijakan moneter demi menstabilkan nilai tukar rupiah dan menjaga inflasi tetap pada sasaran 2,5±1%.

BI Buka Kembali Jendela Lelang Repo, Jaga Likuiditas Perbankan
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (ketiga kiri) didampingi Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti (kanan) dan Deputi Gubernur Doni P Joewono (kiri) menyampaikan keterangan pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Rabu (18/12/2024). Bank Indonesia kembali mempertahankan suku bunga acuan BI atau BI 7-Day Reverse Repo Rate di level 6 persen untuk mempertahankan stabilitas perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian pasar keuangan global akibat arah kebijakan Amerika Serikat (AS) dan eskalasi ketegangan geopolitik di berbagai wilayah. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Bank Indonesia (BI) memastikan likuiditas di pasar uang dan perbankan tetap terjaga melalui pembukaan kembali jendela lelang instrumen repurchase agreement (repo) dengan berbagai tenor.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyampaikan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya bank sentral memperkuat efektivitas kebijakan moneter demi menstabilkan nilai tukar rupiah dan menjaga inflasi tetap pada sasaran 2,5±1 persen pada 2026 dan 2027.

BI membuka kembali lelang repo untuk tenor 3, 6, 9, dan 12 bulan bagi perbankan. Kebijakan ini diambil untuk memastikan kecukupan likuiditas dengan target pertumbuhan Uang Primer (M0) tetap di atas 10 persen atau double digit.

“Termasuk melalui pembukaan kembali window lelang instrumen repurchase agreement (repo) untuk tenor-tenor 3, 6, 9, dan 12 bulan sebagai instrumen utama ekspansi likuiditas moneter Bank Indonesia bagi perbankan,” katanya dalam konferensi pers daring, dikutip Jumat (19/6/2026).

Melalui fasilitas ini, perbankan dapat memperoleh suntikan likuiditas tunai dari Bank Indonesia dengan menjaminkan surat berharga berkualitas tinggi yang dimiliki sebagai agunan. Jendela lelang repo ini ditetapkan sebagai instrumen utama ekspansi likuiditas moneter BI bagi perbankan.

“Silakan bank dengan aset sekuritas yang apakah SBN, SRBI, datang ke BI untuk kami tambah likuiditasnya lewat repo, tenornya 3, 6, 9, dan 12. Berapapun,” ucapnya.

Selain membuka lelang repo, BI juga melanjutkan pemberian insentif penurunan tingkat swap lindung nilai (hedging swap) bagi investor asing sebesar 10 persen untuk meningkatkan daya tarik masuknya modal asing.

Swap itu juga untuk menambah likuiditas. Jadi kami pastikan likuiditas kami cukup,” tuturnya.

Bank sentral juga terus menjaga struktur suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) pada seluruh tenor 6, 9, dan 12 bulan agar tetap sejalan dengan BI-Rate, sehingga aliran masuk investasi portofolio asing ke aset keuangan domestik tetap menarik.

Baca juga artikel terkait BANK INDONESIA atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Andrian Pratama Taher